Laman

Sabtu, 12 Oktober 2013

The Twits (Keluarga Twit)


Judul asli : The Twits
Penulis : Roald Dahl
Alih bahasa : Yoke Octarina
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ketiga : Januari 2010
104 hlm

Pernahkah kau menemui orang dengan wajah penuh rambut di mukanya? 
Tentu tampangnya terlihat sedikit menyeramkan bukan? Tapi tentu saja ada juga sih orang berwajah penuh rambut dengan tampang ramah, misalnya Paman Santa hehehe. Itu karena janggutnya berwarna putih, dan tentu saja dia siap memberi kita kado.

Namun, yang kita akan lihat dalam buku ini adalah si Mr. Twit. Dia adalah seorang pria yang memiliki wajah penuh rambut dan selain menyeramkan, dia lebih kelihatan menjijikkan menurut saya karena sangat jorok.
Dan kemudian ada istrinya si Mrs. Twit  yang tak lebih baik dari suaminya. Walaupun waktu muda dia cukup cantik, namun karena pikirannya yang jelek, seiring usianya yang bertambah tua, wajahnyapun semakin jelek.

Jika seseorang memiliki pikiran-pikiran jelek, maka itu akan terlihat di wajahnya. Dan ketika orang itu memiliki pikiran-pikiran jelek setiap hari, setiap minggu, setiap tahun, maka mukanya menjadi makin jelek dan terus makin jelek sampai wajahnya menjadi sangat jelek sehingga kau tidak akan tahan melihatnya.
Nah, itulah keluarga Twit. Setiap hari mereka saling mengerjai satu sama lainnya dengan kejahilan yang sangat memuakkan. Contohnya Mr. Twit menaruh kodok di tempat tidur istrinya, lalu Mrs. Twit yang menyediakan spaghetti bercacing buat suaminya. Ihh... 
Tapi tak apa jika mereka sendiri yang saling mengerjai. Itu urusan mereka. Namun yang menyedihkan adalah mereka juga mengerjai 4 ekor monyet peliharaan mereka. Bahkan kebiasaan Mr. Twit memakan pai burung setiap hari Rabu sungguh menyebalkan. Karena itu artinya dia akan menangkap burung-burung yang menempel di Pohon Mati Besar karena telah dia olesi dengan lem super lengket.

Tapi seperti kita ketahui, perbuatan jahat tidak akan selamanya bertahan. Ada ganjaran yang akan didapatkan oleh orang yang suka berbuat jahat. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kalian tak meniru perbuatan keluarga Twit ini.  Jangan suka mengusili teman, atau bahkan jangan pernah mengusili hewan-hewan tak berdosa.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar