Laman

Minggu, 20 Oktober 2013

Charlie dan Pabrik Cokelat Ajaib



Judul : Charlie and the Chocolate Factiry
Penulis : Roald Dahl
Alih Bahasa : Ade Dina Sigarlaki
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan keempat : Januari 2010
200 hlm
 
Ada lima anak dalam buku ini :
AUGUSTUS GLOOP
Anak laki-laki yang rakus
VERUCA SALT
Anak perempuan yang dimanja orangtuanya
VIOLET BEAUREGARDE
Anak perempuan yang mengunyah permen karet sepanjang hari
MIKE TEAVEE
Anak laki-laki yang kerjanya hanya menonton televisi
dan
CHARLIE BUCKET
Tokoh kita

Mereka berlima, masing-masing beruntung mendapatkan tiket emas yang disebarkan oleh Mr. Willy Wonka dalam bungkus coklat. Mr. Wonka sendiri adalah pemilik pabrik coklat paling besar di dunia yakni Wonka's Chocolate Factory. Hanya ada lima tiket emas, dan bagi siapa yang beruntung mendapatkannya, akan memperoleh kesempatan emas untuk melakukan tur keliling ke pabrik coklat Wonka dan hadiah khusus di akhir perjalanan yakni semuanya akan menerima cokelat dan permen sebanyak yang mereka perlukan sepanjang hidup mereka.
Namun sebelum mereka berkeliling ke pabrik Mr. Wonka, marilah kita berkenalan dulu dengan tokoh kita, Charlie.
Charlie adalah anak dari Mr. Bucket dan Mrs. Bucket. Mr. Bucket adalah anak dari Granpa Joe dan Granma Josephine. Sedangkan Mrs. Bucket adalah anak dari Granpa George dan Grandma Georgina. Mereka tinggal di rumah kecil di pinggir kota besar. Sungguh rumah yang sangat sempit untuk begitu banyak orang tersebut. Sementara itu yang bekerja membiayai hidup mereka hanya Mr. Bucket yang bekerja di pabrik odol. Tentu saja mereka harus benar-benar berhemat agar dapat makan setiap hari. Charlie sendiri tentu saja tak mungkin punya uang untuk sering-sering membeli cokelat. Namun di hari ulang tahunnya, dia selalu mendapat sebatang cokelat. Dan ketika hari itu tiba, sayang sekali tak ada tiket emas di cokelat tersebut. Namun dia memang tak berharap banyak. Sekali juga, Granpa Joe memberinya uang untuk membeli cokelat, tapi sayang itu juga tak berhasil. Hingga suatu hari Charlie menemukan uang yang jatuh dan membeli 2 batang cokelat, yang mana di cokelat yang terakhir itulah dia menemukan tiket emasnya.

Dan tibalah hari bersejarah itu, yakni pada harri pertama bulan Februari. Kelima anak tersebut berdiri di luar gerbang pabrik cokelat menanti saat untuk memasuki pabrik itu. Mereka masing-masing ditemani kedua orangtuanya, kecuali Charlie yang hanya ditemani kakeknya Granpa Joe. 
Perjalanan pun dimulai. Hal pertama yang mereka temukan dan sangat menakjubkan adalah Ruang Cokelat. Alangkah menakjubkannya ruangan itu. Di mana-mana yang ada hanya cokelat dengan pemandangan yang sangat indah, hingga muncul makhluk-makhluk kecil yang ternyata adalah pekerja pabrik yakni bangsa Oompa-Loompa. Bangsa ini sangat suka bernyanyi. Diimpor langsung dari Loompaland.

Bagaimanakah kisah perjalanan mereka selanjutnya? Dan siapa yang akan bertahan hingga akhir perjalanan? Temukan jawabannya di buku ini. 
Banyak pesan yang dapat kita temukan dengan membaca buku ini. Jangan rakus, jangan manja, jangan terlalu banyak mengunyah permen karet, dan bahkan jangan terlalu banyak menonton tivi. Oh ya, saya suka sekali dengan nyanyian Oompa-loompa di bagian tentang Mike Teavee.

Jangan pernah, jangan pernah membiarkan mereka mendekam di depan pesawat televisi di rumah.
....
Bagaimana mereka dulu biasanya disenangkan?
...
Mereka.. biasanya.. membaca!
Mereka dulu suka membaca dan membaca.
...
Jadi tolong, oh tolonglah, kami meminta, kami berdoa,
Pesawat televisinya buang saja,
Dan sebagai gantinya kau bisa memasang
Sebuah rak buku indah yang panjang.
Lalu penuhi raknya dengan banyak buku.

Lagu yang bagus bukan?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar