Laman

Jumat, 20 Desember 2013

Hadiah dari Santa...





Yeayyy... Desember ini Santa kembali lagi mengunjungi saya. Bukan cuma saya sih, tapi kawan-kawan lain di BBI juga dihampiri oleh Santa Rahasianya masing-masing. Meski saya nun jauh di ujung timur, namun senang sekali Santa tetap bela-belain mengendarai kereta ekspedisinya mengantarkan hadiah yang tentu saja adalah satu dari sekian wishlist untuk Santa yang tertera di akun goodreads saya. Dan ternyata bukan cuma satu... Santa saya begitu baik juga menambahkan satu lagi dari deretan wishlist saya yang lainnya...
Yaeyyyy..yeayyy... Makasih banyak Santaku.

Kemudian tak lupa sebuah bonus yang tentu saja membuat saya juga bersorak. Santa melampirkan sebuah peta. Santa kok sepertinya tau saja... Sudah lama saya berkeinginan membeli peta, tapi selalu saja lupa, dan akhirnya terwujud lewat hadiah dari Santa.

Oh, tak sabar rasanya ingin mengetahui siapa gerangan Santa Rahasia yang baik hati ini. Investigasi segera dilakukan, mengikuti setiap petunjuk yang ada. Sayang saya belum mampu menebak dengan pasti, hanya mengira-ngira saja... Adakah yang mau membantu? 

Cuma nomor HP yang menjadi petunjuk....

Ini dia bonusnya... :D

Riddle....  bisa kebaca kan?

Dear Matris
Maaf aku bukanlah Santa yang berpipi gembul, berjanggut putih,berbaju merah yang bisa mewujudkan semua permintaan di rak "wishlist" dan "dear santa" milikmu.
Aku hanya seorang Santa biasa yang hanya mampu mengabulkan 1 buku dari rak "dear santa" dan 1 buku dari rak "wishlist" punyamu.
Lantas siapa aku?
1. Kata orang, rumah adalah tempat di mana hatimu berada. Iya khan? Hidup dan angin telah membawaku ke barat dan timur. Namun dimanapunaku berada, utara-lah rumahku.
2. "k kecil"
telah kusediakan sebuah peta agar dirimu tak tersesat saat mencariku.
Salam
Santa 

Dan ini dia isinya... :D


Senin, 28 Oktober 2013

Misteri Burung Hitam


Judul Asli : A Pocket Full of Rye
Penulis : Agatha Christie
Alih Bahasa : Ny. Suwarni A.S
Penerbit : PT Gramedia
Cetakan kedua : Maret 1990
299 hlm

Seorang pria tiba-tiba saja meliuk-liuk dan mengejang kesakitan di balik meja kerjanya tidak lama setelah dia minum tehnya, dan akhirnya dia meninggal di Rumah Sakit. Pria tersebut, Mr. Rex Fortescue adalah seorang pengusaha pemilik rumah Yewtree Lodge, dengan bisnis yang beraneka macam, namun akhir-akhir ini mulai menurun karena dia sepertinya terlalu banyak menghambur-hamburkan uang serta melakukan pembelian ataupun penjualan saham yang tak penting. Sikapnya memang agak aneh belakangan ini, begitu menurut pengakuan sekretaris dan juga putranya.
Rex sendiri memiliki istri kedua yang masih muda bernama Adele, dua putra (Percival Fortescue dan Lancelot Fortescue) yang keduanya sudah menikah serta seorang putri, Elaine Fortescue yang sedang menjalin hubungan dengan seorang pria yang tak direstui ayahnya. Selama ini Percylah yang menjadi partner bisnis ayahnya. Sementara itu Lance sendiri sudah lama menetap di afrika karene di usir oleh ayahnya karena sebuah peristiwa di masa lampau.
Namun satu hal yang agak mengherankan petugas penyelidik, Inspektur Neele adalah yakni ditemukannya biji-biji gandum hitam dalam saku Mr. Rex. 

Rabu, 23 Oktober 2013

Agatha Cristie Read a Long


Sebagai pecinta novel-novel Agatha Cristie, tentunya saya tak ingin melewatkan kesempatan yang satu ini.
Agatha Cristie read a long merupakan sebuah even yang di gagas oleh @HobbyBuku, yang mana peserta di tantang untuk membaca buku-buku karangan Agatha Cristie serta memposting hasil review. Info lebih jelasnya bisa di baca di Master Post di sini.
Saya sendiri menggemari dan membaca buku-buku karangan beliau ini sejak masih kecil. Sayang sekali, setelah memeriksa rak buku, ternyata hanya ada 5 buku yang tersisa, yakni :
Misteri Burung Hitam
Musuh Dalam Selimut
Pembunuhan di Teluk Pixy
Menuju Negeri Antah-berantah, dann
Nemesis
Entah kemana gerangan rimbanya buku-buku yang lain itu. Namun hal ini tak menyurutkan keinginan saya untuk tetap mengikuti tantangan ini. Mari menyelidik bersama Mr. Poirot dan Miss Marple. :)

Senin, 21 Oktober 2013

Oktober Update : What's in a Name Reading Challenge 2013


Lama juga nggak meng-update Challenge yang satu ini. Selalu saja lupa.. Hikss. Tapi karena di bulan ini rupanya cukup banyak buku yang saya baca yang menggunakan nama karakter di judulnya (utamanya buku-buku Opa Dahl), jadi saya pikir mungkin lebih baik dibuatkan updatenya.
Baiklah, berikut buku-buku dengan nama karakter di judulnya yang saya baca di Bulan Oktober :

.
.
dst.
Sepertinya masih ada beberapa buku yang bisa di update.. :)


Plays with Grandpa Dahl

Siapakah Grandpa Dahl? 
Baiklah, mari kita berkenalan dulu. Beliau adalah seorang penulis novel yang tinggal di Inggris, anak dari Harald Dahl yang berkebangsaan Norwegia. Dia sempat menjadi pilot pesawat tempur, namun setelah pesawatnya jatuh dan dia mengalami cedera, Grandpa Dahl ini mulai menulis. Awalnya dia menulis cerita-cerita pendek untuk orang dewasa, namun kemudian dia memutuskan untuk menulis cerita yang benar-benar diperuntukkan bagi anak-anak. 

Minggu, 20 Oktober 2013

Charlie dan elevator kaca luar biasa


Judul : Charlie and the great glass elevator
Penulis : Roald Dahl
Alih Bahasa : Ade Dina Sigarlaki
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Kedua : Januari 2010
200 hlm

Buku ini merupakan kisah kelanjutan dari Charlie dan Pabrik Cokelat Ajaib.
Masih bersama Mr. Willy Wonka yang eksentrik, diceritakan Charlie kembali menempuh perjalanan yang menekjubkan. Kali ini dia tidak bersama empat anak lainnya, namun bersama keluarganya sendiri. Ya, keluarga besarnya yang terdiri dari ayah dan ibunya, Mr. dan Mrs. Bucket, orangtua ayahnya, serta orang tua ibunya.

Mr. Fox yang Fantastis


Judul Asli : Fantastic Mr. Fox
Penulis : Roald Dahl
Alih Bahasa : Diniarty Pandia
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ketiga : Agustus 2010
96 hlm

Di sebuah lembah, terdapat tiga buah peternakan. Pemiliknya adalah peternak yang kaya. Mereka adalah Boggis peternak ayam, Bunce peternak bebek dan angsa, serta Bean peternak kalkun dan petani apel. Meski kaya, mereka bertiga amatlah kikir. Mereka sangat tak suka memberi, apalagi jika barang milik mereka dicuri.

Dan tersebutlah, di lembah tersebut, di sebuah hutan, di sebuah pohon yang di dalamnya terdapat lubang, tinggal Mr. Fox beserta keluarganya. Demi memenuhi kebutuhan keluarganya, Mr. Fox harus bekerja mencari makanan. Tentu saja sasaran paling dekat adalah ternak milik ketiga peternak tersebut. Namun karena mereka bertiga adalah peternak jahat yang tentu saja tak akan membiarkan ternak mereka dicuri begitu saja oleh Mr. Fox, maka Mr. Fox sendiri harus pandai-pandai dalam mengambil makanannya. 

Dan dimulailah peperangan antara Mr. Fox melawan ketiga peternak itu. Letusan senjata, sekop yang menggali, dan bahkan traktor yang menakutkan melawan akal serta kecepatan menggali Mr. Fox. Namun Mr. Fox juga tidak sendirian. Dia bertemu dengan Mr. Badger si luak, dan saling bahu-membahu dalam menggali. Siapakah yang akan menang?

Membaca buku ini sungguh sangat menarik hati. Mengajarkan bagaimana kita tak boleh pelit, dan harus banyak berbagi seperti Mr. Fox yang tidak menikmati sendiri hasil buruannya.
Tapi sebaiknya jangan juga mencuri seperti Mr. Fox ya!  :)


Charlie dan Pabrik Cokelat Ajaib



Judul : Charlie and the Chocolate Factiry
Penulis : Roald Dahl
Alih Bahasa : Ade Dina Sigarlaki
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan keempat : Januari 2010
200 hlm
 
Ada lima anak dalam buku ini :
AUGUSTUS GLOOP
Anak laki-laki yang rakus
VERUCA SALT
Anak perempuan yang dimanja orangtuanya
VIOLET BEAUREGARDE
Anak perempuan yang mengunyah permen karet sepanjang hari
MIKE TEAVEE
Anak laki-laki yang kerjanya hanya menonton televisi
dan
CHARLIE BUCKET
Tokoh kita

Mereka berlima, masing-masing beruntung mendapatkan tiket emas yang disebarkan oleh Mr. Willy Wonka dalam bungkus coklat. Mr. Wonka sendiri adalah pemilik pabrik coklat paling besar di dunia yakni Wonka's Chocolate Factory. Hanya ada lima tiket emas, dan bagi siapa yang beruntung mendapatkannya, akan memperoleh kesempatan emas untuk melakukan tur keliling ke pabrik coklat Wonka dan hadiah khusus di akhir perjalanan yakni semuanya akan menerima cokelat dan permen sebanyak yang mereka perlukan sepanjang hidup mereka.

Danny, sang juara dunia


Judul : Danny the champion of the world
Penulis : Roald Dahl
Alih Bahasa : Poppy Damayanti Chusfani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan kedua : Januari 2010
248 hlm

Danny, seorang anak lelaki kecil berumur 9 tahun, sedari kecil tinggal bersama ayahnya di karavan gipsi kuno. Ibunya meninggal ketika masih bayi, dan dia tak punya saudara yang lain. Oleh karena itu dia hanya di asuh oleh ayahnya, yang tentu saja bukan pekerjaan mudah bagi seorang pria untuk mengasuh anak kecil sekaligus mengelola bengkel dan juga melayani pembeli bensin.

James dan Persik Raksasa



Judul : James and the giant peach
Penulis : Roald Dahl
Alih Bahasa : Poppy Damayanti Chusfani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan kedua : Januari 2010

James Henry Trotter, seorang anak lelaki kecil berumur 7 tahun. Sungguh malang nasibnya, karena orangtuanya meninggal saat dia baru berusia 4 tahun karena sebuah hal mengerikan (aku tak mau menyebutnya karena cukup mengerikan), sehingga dia harus tinggal bersama 2 bibinya yang jahat. 
Mereka tinggal di sebuah puncak bukit di rumah yang reyot, dan dari puncak tersebut James dapat melihat tempat indah di mana dia dulu tinggal bersama orangtuanya yakni di pinggir pantai yang indah.

The BFG




Judul : The BFG
Penulis : Roald Dahl
Alih Bahasa : Poppy Damayanti Chusfani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan kedua : Agustus 2010
200 hlm

 
Pernahkah kamu mendengar cerita tentang raksasa?
Kebanyakan raksasa yang kita dengar ceritanya selalu jahat. Namun kita akan berkenalan dengan raksasa yang satu ini. Namanya adalah the BFG alias Big Friendly Giant. Pekerjaannya adalah memberi kita mimpi.
Jika kau sering mengalami mimpi, baik itu mimpi yang indah maupun mimpi seram, itu semua dalah pekerjaan BFG. Tapi tentu saja lebih sering dia akan memberikan mimpi yang indah dan menyenangkan. Dia hanya akan memberi mimpi yang seram pada anak-anak yang nakaldan sebisa mungkin dia tak akan pernah memberikannya.

Si Jerapah dan si Pelly dan Aku


Judul Asli : The Giraffe and the  Pelly and Me
Penulis : Roald Dahl
Alih Bahasa : Poppy Damayanti Chusfani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan kedua : Januari 2010
80 hlm

Jendela anda sangat kotor? Anda tak mampu membersihkannya? Atau anda tak punya tangga sehingga tidak mampu menggapainya untuk membersihkan? Atau anda tak punya waktu untuk membersihkan?
Hubungi saja kami,
"PERUSAHAAN PEMBERSIH JENDELA TANPA TANGGA"
Membersihkan jendela anda tanpa tanpa banyak tangga kotor menempel di rumah Anda.

Aruk - aruk



Judul Asli : Esio Trot
Penulis : Roald Dahl
Alih Bahasa : Poppy Damayanti Chusfani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Kedua : Januari 2010
72 hlm

Ini adalah kisah tentang seorang pria yang jatuh hati pada tetangga apartemennya. Tapi, ssstttt... jangan bilang-bilang ya, soalnya pria kita ini yang bernama Mr. Hoppy sangat pemalu. Sudah bertahun-tahun lamanya dia memendam perasaan cintanya pada Mrs. Silver tetangganya itu. Sebenarnya dia sangat ingin sekali menyatakannya, sayang dia tidak begitu berani, dan seperti disebutkan di atas adalah karena dia begitu pemalu. Dia hanya berani menyapa Mrs. Silver setiap pagi dari atas balkon apartemennya.

Sabtu, 12 Oktober 2013

The Twits (Keluarga Twit)


Judul asli : The Twits
Penulis : Roald Dahl
Alih bahasa : Yoke Octarina
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ketiga : Januari 2010
104 hlm

Pernahkah kau menemui orang dengan wajah penuh rambut di mukanya? 
Tentu tampangnya terlihat sedikit menyeramkan bukan? Tapi tentu saja ada juga sih orang berwajah penuh rambut dengan tampang ramah, misalnya Paman Santa hehehe. Itu karena janggutnya berwarna putih, dan tentu saja dia siap memberi kita kado.

Ratu Penyihir (The Witches)



Judul Asli : The Witches
Penulis : Roald Dahl
Alih Bahasa : Diniarty Pandia
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan kelima : Januari 2010
240 hlm
 
Cobalah lihat sekelilingmu. Awasi dengan seksama. Perhatikan wanita-wanita yang sama saja dengan wanita kebanyakan, namun kalau kau perhatikan lebih jelas akan ada terlihat sedikit keanehan. Hati-hatilah, mungkin saja itu adalah penyihir. Kau tak mau kan tertangkap oleh mereka? Makanya berhati-hatilah. 
Waspadalah.... Waspadalah.. ----> eh, kok malah jadi Bang Napi :))

Matilda



Judul : Matilda
Penulis : Roald Dahl
Alih Bahasa : Agus Setiadi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ketujuh : Agustus 2010
264 hlm
 
Siapa yang tak ngiler punya anak seperti Matilda, atau paling tidak pengen seperti Matilda.
Matilda, gadis kecil yang sangat keren. Keren dalam tanda kutip tentu saja. Bukan keren seperti yang sering kita tau tentang orang-orang keren yang pastinya secara umum menurut kita keren itu artinya ganteng ataupun cantik, gaya keren, dan lain sebagainya. Tapi bagi penggemar buku, Matilda jelas sosok anak kecil yang super duper keren. Baru berusia 3 tahun, dia sudah pandai membaca. Tak diajaripun, dia bisa belajar sendiri. Mulai dari membaca resep-resep masakan kepunyaan ibunya, hingga akhirnya dia bosan karena tak ada lagi yang bisa di baca, lalu dia ke perpustakaan untuk membaca.

Jumat, 11 Oktober 2013

Selingan Semusim




Judul : Selingan Semusim
Penulis : Alaika Abdullah
Penerbit : Smart Garden Publishing & Printing
ISBN : 978-602-17944-01
197 hlm

Setelah berbulan-bulan menanti buku ini jauh-jauh dari Bandung, akhirnya kemarin siang mendarat jugalah dia ke Papua, tepatnya di rumah saya. Saya sendiri bahkan sudah lupa, namun begitu melihat nama Mbak Alaika di sampul pengirimnya, langsung saya teringat pernah memenangkan kuis kecil-kecilan dari Mbak Alaika di FBnya. :)
Thanks Mba Al... :D

Rabu, 02 Oktober 2013

Buying Monday #3



Whew... ternyata sudah hari Rabu, dan saya lupa memposting Buying Monday Bulan September lalu. Tapi tak apalah, meski di hari Rabu, saya ingin menunjukkan pendapatan saya di bulan September ceria kemarin.
Di awal bulan saya sempat ke toko buku, tapi bukan untuk saya melainkan untuk si kecil Wilda. Namun begitu melihat ada obral buku di depan toko, akhirnya saya mencomot 2 buah buku ini, masing-masing seharga 10k.




Selanjutnya buku pesanan saya dari bukubuku.com, akhirnya tiba juga setelah proses pemesanan + pengiriman hampir sebulan. Buku-buku tersebut yakni :




Dan kemudian, ternyata saya lagi-lagi tergoda sale buku dari seorang teman. Ada sekitar 30 lebih buku yang saya pesan, dan kemudian syukurnya karena di kirim lewat ekspedisi laut jadi mendapat ongkir lebih murah yakni hanya 120k untuk satu koli itu.

 

Jika di tanya apa semua sudah di baca? Tentu saja belum. Hehehe... Masih banyak utang yang sebelumnya juga ternyata belum di baca. Hiks...

Apa Buying Monday-mu bulan ini?


  1. Follow The Black in The Books melalui email atau bloglovin'.
  2. Buat post tentang buku-buku apa saja yang dibeli selama bulan itu, publish setiap hari Senin terakhir di bulan itu.
  3. Masukan link post tersebut di linky yang disediakan.
  4. Linky akan dibuka selama 8 hari, agar bagi yang terlambat, masih bisa mengikuti meme ini.
  5. Bila ada yang memasukan link tentang book haul bulan berikutnya (bukan bulan yang ditentukan), maka link itu akan dihapus dari linky.
  6. Jangan lupa melihat-lihat book haul peserta lain! :D
Eh, tapi  saya tadi sempat celingak-celinguk ke blognya Mba Aul, tapi kok gak ada Buying Monday #3 ya...?
Apa daku ketinggala info?

Selasa, 01 Oktober 2013

Roald Dahl Read-A-Long




Whoaa.. lagi-lagi Mba Maria @HobbyBuku menggelar Read A Long Roald Dahl, masih dalam rangka even "Baca bersama Literature Anak". Untuk event ini, meski saya agak terlambat mengetahuinya, namun karena kebetulan buku-buku Roald Dahl ada nampang di rak buku saya, maka tentunya saya tidak mau ketinggalan untuk ikutan. Saya sendiri belum pernah membaca karya Roald Dahl sebelumnya. Hanya baru-baru ini saja saya membacanya, dan tentu saja saya sungguh tertarik. Apalagi dengan cap "pengarang favorit anak-anak sedunia" di setiap bukunya membuat saya tambah penasaran.
Baiklah, mari kita membaca. Dan bacaaan saya adalah sebagai berikut :
1. The Magic Finger - Jari Ajaib  (baca di bulan Agustus)

Serta sebuah permainan berkhayal menjadi tokoh buku Opa Dahl di sini.
Oh ya, jika ingin ikutan event ini, mari ke Little Alice's Garden milik Mba Maria di sini. Proyek membaca ini berlangsung dari awal September, dan Mister Linky-nya di buka hingga 20 Oktober. Oh iya, ada quisnya juga lho di twitter, tanggal 2 - 3 Oktober. Cek di fav. nya @HobbyBuku ya.


The Enormous Crocodile (Si Buaya Raksasa)


Judul : Si Buaya Raksasa
Judul Asli : The Enermous Crocodile
Penerjemah : Poppy D. Chusfani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
64 hlm


Kali ini kita akan berkenalan dengan seekor buaya raksasa. Buaya berukuran besar tentu butuh makanan yang banyak pula bukan? Nah, si buaya raksasa ini ingin memakan anak kecil yang menurut dia dagingnya sangat lezat. Dengan menggunakan akal yang cerdik (menurut dia sih), dia mencoba mencari peruntungannya ke kota untuk mendapatkan makanan itu. Melewati Humpy Rumpy si kuda nil, Trunky si gajah, si monyet, dan juga si burung Roly Poly, dengan pongahnya dia bergegas ke kota untuk mendapatkan makanan itu. Namun sayang sekali, ternyata selain sombong, dia juga suka berbuat jahat. Masakan dia menggigit pohon tempat si monyet biasa bertengger dan juga berusaha menerkam si burung hingga beberapa helai ekornya terlepas. 

Begitu tiba di kota, dia mulai menjalankan rencana-rencananya itu. Apakah rencananya berhasil? Tentu saja, siapa menanam kejahatan akan menuai keburukan pula. Si buaya raksasa yang sombong itu mendapatkan balasannya. Seperti apa balasan yang diterimanya itu? Bacalah buku ini, karena sungguh indah pesan yang disampaikannya. Selain itu pesan lain yang ingin disampaikan adalah jangan pernah memandang remeh seseorang karena merasa punya kekuatan. Buku indah dengan gambar penuh warna ini sungguh layak di baca oleh anak-anak usia 5 tahun ke atas.

Bagian favorit saya adalah ketika terdengar bunyi  "Duaarrr.... ,  dan diapun terpanggang seperti sosis. "
Hahaha.. lucu sekali, bahkan anak saya Wilda (3 thn) ikut-ikutan tertawa begitu saya menceritakan buku ini, meski tentu saja dia belum begitu mengerti.

Kamis, 26 September 2013

Labirin Rasa



Judul : Labirin Rasa
Penulis : Eka Situmorang Sir
Penerbit : Wahyumedia
Cetakan Pertama - Jakarta, 2013
394 hlm
ISBN : 979 - 795 - 753 - 5

Suka bertualang? Atau sekedar jalan-jalan? Apalagi jika kamu suka kisah-kisah romantis, maka kamu harus baca buku yang satu ini.
Bercerita tentang Kayla dan pencarian cintanya, mengantarkan kita untuk ikut menelusuri perjalanan bersama Kayla. Kayla, si gadis urakan yang apa adanya, tak pernah memperhatikan penampilan dan bahkan bermuka jerawatan. Karena nilainya yang jeblok, untuk menghibur diri, dia berlibur ke rumah eyangnya di Jogja. Namun nasib baik mempertemukannya dengan Ruben, cowok indo bertampang ganteng seperti artis.
Sejak itu, dimulailah petualangannya berkeliling Indonesia bahkan juga perjalanan cintanya pun bermula. Pembaca diajak melihat Jogja - Malang - Bali - Lombok - Makassar - Medan bahkan hingga New Zealand dengan cara berbeda. Membaca buku ini membuat saya merasa ikut terbang ke tempat-tempat tersebut, yang mana dari semua kota yang disebutkan itu, saya baru sempat menginjakkan kaki di Jogja dan Makassar. Tapi itulah beda dari buku ini, meski di ramu dalam kisah romansa cinta Kayla, namun Eka juga menonjolkan eksotisme tempat-tempat tersebut, dan saya yakin penulis sendiri pun pasti pernah menjelajahi tempat-tempat tersebut, sebagaimana kita mengenal Eka sebagai penulis blog yang gemar travelling. 



Kemudian, bukan hanya kisah romansa dan petualangan yang ditawarkan oleh buku ini. Kitapun di beri bonus dengan kutipan-kutipan manis di setiap awal bab. Selain itu diselipkan pula sedikit nuansa budaya Batak yang membuat saya tersenyum-senyum sendiri membaca logat dan juga ceritanya. Kisah Kayla dengan beberapa pria dalam pencarian cintanya ini memang ibarat labirin yang membuat kita ikut masuk untuk menikmati rasa itu hingga akhirnya menemukan akhir pencarian.
"Dan mereka sama-sama menemukan perasaan itu. Cinta yang membara di antara mereka berdua. Cinta dewasa yang teruji waktu dan persoalan. Tak akan terpisahkan." (hlm. 394)

Terlepas dari banyaknya typo yang cukup mengganggu, terutama pada beberapa kesalahan penulisan nama/ tertukar antara Ruben dan Patra tidak menyurutkan saya untuk memberi tiga bintang pada buku ini. Terus berkarya ya @Ceritaeka. :)


Sabtu, 31 Agustus 2013

Buying Monday #2

Yayy... Memasuki akhir Agustus ini, akhirnya saya bisa bersorak karena berhasil mengencangkan ikat pinggang untuk tidak kalap mata lagi di toko buku. Hanya ada SATU, sekali lagi cuma SATUUU tambahan di rak buku, jadi kantong tidak seret plus terhindar dari omelan suami. :D


Buku ini beli di TB Kharisma Sorong, dan saya lupa harganya. Kebetulan lagi nyari peralatan sekolah buat si kecil dan saya tertarik pada gambar gadis di sampul beserta biolanya tentu saja. Asal comot saja sih sebenarnya, soalnya tak banyak pilihan di TB ini. Lain kalau saya ke Toko buku yang satunya, meski buku baru masih jarang dan juga mahal jauh di atas harga normal pulau Jawa, namun paling tidak bisa bawa minimal 5 buku dalam tas.. :)

Dannn, meski beli di awal Agustus, ternyata saya belum sukses menyelesaikan buku ini. 

Eh, ada sebuah pengakuan dosa juga ternyata. Pas di akhir Agustus juga, ternyata mata dan tangan saya masih saja liar berbelanja di Bukukita.com. Ada 8 buku, tapi belum ada tanda-tanda akan tiba di bulan Agustus. Jadi biarlah ke-8 buku itu masuk di Buying Monday bulan depan. :)

Yuk, ikutan menunjukkan buku-buku perolehanmu di bulan ini, segera ke blognya Mbak Aul dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Follow The Black in The Books melalui email atau bloglovin'.
  2. Buat post tentang buku-buku apa saja yang dibeli selama bulan itu, publish setiap hari Senin terakhir di bulan itu.
  3. Masukan link post tersebut di linky yang disediakan.
  4. Linky akan dibuka selama 3 minggu, agar bagi yang terlambat, masih bisa mengikuti meme ini.
  5. Bila ada yang memasukan link tentang book haul bulan berikutnya (bukan bulan yang ditentukan), maka link itu akan dihapus dari linky.
  6. Jangan lupa melihat-lihat book haul peserta lain! :D






Selasa, 20 Agustus 2013

The Magic Finger




 
Judul : The Magic Finger (Jari Ajaib)
Penulis : Roald Dahl
Alih Bahasa : Listiana Srisanti
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ketiga : Januari 2010
80 hlm
ISBN : 978-979-686-757-8

Kalau kamu punya sebuah jari ajaib yang bisa melakukan hal-hal ajaib, kira-kira bagaimana perasaanmu?
Teman kita yang berusia 8 tahun dalam buku ini memiliki jari ajaib yang ternyata bisa melakukan sesuatu ketika dia sedang emosi. Mengapa pula teman kita ini menjadi emosi? Tentunya bukan karena masalah sepele. Itu karena dia sangat tidak suka melihat hewan-hewan di buru dan ditembaki. Jadi ketika sahabatnya Philip dan William bersama ayah mereka pergi menembaki rusa, itik dan hewan lainnya, teman kita ini tak tahan lagi sehingga akhirnya dia mengeluarkan kekuatan tersembunyinya itu. Si jari ajaib beraksi...!!! Apa yang terjadi? Penasaran? Kamu akan menemukannya di buku ini. Buku kecil ini akan membuka imajinasimu dan pastinya kau akan mendapat pelajaran penting darinya. Bagaimana agar kau menyayangi hewan-hewan dan tidak pantas untuk memburu mereka, pun juga bahwa kau tak boleh seenaknya mengatakan seseorang itu bodoh.

Namun perlu kamu pahami juga bahwa kamu tak perlu menjadi seperti teman kita di buku ini. Jika seseorang membuatmu marah dan emosi, tak perlulah kamu melampiaskan emosimu itu sehingga membuat orang itu malah mengalami hal buruk. Tapi buku ini juga akan mengajarimu tentang konsekuensi yang akan kau dapatkan jika berbuat salah.

Baiklah, kalian para mahkluk-mahkluk kecil yang mungil layak membaca buku ini, ataupun di bacakan oleh orangtua kalian di masa kanak-kanak kalian. Selamat berimajinasi...



Back To Children Classic's Literature [ Update Post ]



Back To Children Classic's Literature ini adalah sebuah proyek membaca khusus bacaan anak selama Bulan Juli kemarin yang di host oleh Mbak Maria Hobby Buku dan Mbak Bzee. Namun saya si Miss Lelet, baru sempat membaca Master Postnya pada awal Agustus ini. Dan jadilah saya ngebut menyelesaikan beberapa bacaan klasik yang ternyata sudah merupakan timbunan yang sengaja saya simpan untuk bacaan Juli, dan betapa bodohnya saya, ternyata saya lupa membacanya di Bulan Juli. Hikss...

Baiklah, lupakan saja itu.
Bercerita tentang bacaaan klasik, buku yang saya baca waktu kecil dulu yang ternyata tergolong bacaan klasik adalah serial Rumah Kecil karya Laura Ingalls. Saat itu saya kurang lebih masih berusia SD, namun saya lupa di mana mendapatkan bacaan ini. Mungkin saja dari Perpustakaan Sekolah, namun beberapa lanjutannya seingat saya waktu itu saya pinjam dari seorang teman yang memiliki banyak sekali koleksi buku di rumahnya, warisan kakak-kakaknya dan juga kepunyaan ayahnya (tentu saja membuat saya iri, betah bermain di rumahnya seharian demi menikmati surga buku itu).

Ketika membaca serial tersebut, angan saya melayang dan membayangkan saya adalah Laura, si gadis kecil yang lincah, suka bertualang, dan kakak perempuan saya  yang kebetulan umurnya tidak begitu jauh dari saya adalah Mary. Sama seperti dalam buku, kami tentu saja sangat akrab namun tetap saja tak jarang sering pula berkelahi. Kakak saya memang persis seperti Mary, gadis sopan yang selalu menurut orang tua, pendiam dan tak banyak tingkah. Sedangkan saya lebih mirip Laura yang suka kebebasan, selalu ingin tahu, dan boleh di kata tak terlalu peduli dengan penampilan. Seperti Mary dan Laura belajar dari satu buku, di mana yang satu membuka halaman depan dan yang seorang membaca di baliknya, demikian pula kami berdua. Saat membaca sebuah buku, kami biasanya membaca bersama-sama. Namun karena kecepatan membaca saya lebih cepat dari si kakak (uhuuk-uhuuuk), maka tentu saja saya akan lebih duluan mencapai halaman berikutnya dan membuat kami akan membaca sambil memegangi beberapa halaman di tengah. Tentu saja repot jika membaca sambil memiringkan kepala. Entah kenapa, waktu itu kami tak membiarkan saja salah seorang membaca duluan. Mungkin saja karena masing-masing tak sabar untuk mengetahui isi buku tersebut. 

Betapa kuat keinginan saya untuk menjadi seperti Laura, bertualang melintasi padang rumput, tinggal di tepi sungai, hidup dalam gerobak, dan menemukan hal-hal baru. Mungkin itu pula yang menginspirasi saya sehingga akhirnya ketika menyelesaikan kuliah, saya ikut merantau memberanikan diri meninggalkan keluarga untuk tinggal jauh dari rumah.

Kini, jika membaca ulang kisah Laura Ingalls ini, ternyata masih saja saya terinspirasi oleh dia. Ketika Laura telah tinggal jauh dari keluarga, dia harus mendengar berita kematian kakaknya, Mary. Dan hal yang sama terjadi pada saya, di mana saya kehilangan kakak saya itu ketika sudah jauh dari keluarga. Hal yang sangat berat buat saya kala itu, namun saya menemukan penghiburan dengan membaca serial ini untuk mengenang beliau. Masih seperti Laura yang memiliki seorang putri kecil, kini sayapun telah dianugrahi seorang gadis kecil dan menjadi tanggung jawab saya untuk membesarkan dan mendidiknya.
Ah, bacaan masa kanak-kanak memang selalu saja mendapat tempat di hati. Menjadi kenangan yang tak akan pernah terlupakan, dan tentu saja akan lebih indah jika nanti saya bisa mewariskannya untuk putri kecil saya. :)

Kembali ke even membaca bersama bacaan klasik anak, maka proyek membaca ngebut saya adalah sebagai berikut :

1. Little Women - Louisa May Alcott, sudah saya baca separuh di Bulan Juli, namun sempat terlupakan dan akhirnya di kebut lagi di awal Agustus.
2. Good Wives - Louisa May Alcott
3. Little Men - reread
4. Di Tepi Sungai Plum - Laura Ingalls Wilder, reread; merupakan buku pertama yang dulu saya baca dari seri Rumah Kecil dan kemudian berlanjut dengan seri lainnya meski tak berurutan.
5. The Magic Finger - Roald Dahl
6. The Enermous Crocodile - Roald Dahl


Senin, 19 Agustus 2013

Good Wives

 
Penulis : Louisa May Alcott
Penerjemah : Rahmani Astuti
Penyunting : Moh. Sidik Nugraha
Penerbit : PT Serambi Ilmu Semesta
Cetakan I, April 2010
534 hlm
ISBN : 978-979-024-206-7

Kita akan melanjutkan mengulik kehidupan keluarga March, tiga tahun setelah kisah mereka di Little Women. Mereka kini bukan lagi gadis kecil, namun telah beranjak dewasa. Meg akhirnya menemukan cintanya yakni Pak Brooke, guru Laurie. Dia adalah pria baik hati yang rela menunggu selama tiga tahun untuk mendapatkan Meg. Meski dia bukanlah pria kaya seperti impian Meg, namun dia berusaha untuk memberikan sebuah rumah yang nyaman bagi Meg, sebuah rumah yang mereka sebut 'sarang burung merpati'. Tentunya pengalaman berumah tangga menjadi sebuah hal baru bagi Meg meski dia sudah sering membantu Bu March dan Hannah dalam mengurus rumah mereka dulu. Kita dapat membayangkan betapa kesalnya dia ketika sedang membuat agar-agar dan tak berhasil. Dan masa-masa ketika dia harus mengatur pengeluarannya dengan ketat sedangkan sahabat-sahabatnya mengenakan gaun-gaun indah setiap hari. Namun yang paling indah di antara itu adalah pengalamannya ketika menimang kedua buah hatinya, si kembar Demi dan Daisy.

Little Women




Penulis : Louisa May Alcott
Penerjemah : Rahmani Astuti
Penyunting : Muh. Sidik Nugraha
Penerbit : PT Serambi Ilmu Semesta
Cetakan I : Juli 2009
489 hlm
ISBN : 978-979-024-165-7

Buku ini akan bercerita kepada kita tentang empat orang gadis  bersaudara yang begitu sederhana, namun dalam kesederhanaannya itu begitu banyak hal yang terjadi. Namanya juga kakak beradik, tentu saja kadang terjadi pertengkaran, kesedihan, dan kegembiraan dalam hidup mereka.
Marilah kita berkenalan dulu dengan ke empat tokoh kita.
Margaret, atau akrab di sapa Meg, adalah yang paling tua berusia 16 tahun. Rambutnya berwarna coklat, gadis manis yang bercita-cita ingin menikah dengan dengan pria muda yang kaya yang akan membawanya ke dalam istana di mana dia dapat mengatur rumah tangganya.
Sementara itu gadis kedua adalah Josephine namun dia lebih senang di panggil Jo. Dia adalah gadis tomboy, usianya hanya setahun di bawah Meg. Bertubuh tinggi dengan rambut panjang yang indah, kegemarannya adalah terhadap buku-buku dan itu berdampak terhadap kepiawaiannya dalam menulis.
Setelah Jo ada Elisabeth yang tentunya di panggil dengan sebutan Beth. Di antara ke empat gadis itu, dialah yang paling lembut hatinya, tidak pernah pusing dengan masa depannya, dan dia suka sekali memainkan piano.
Yang terakhir adalah si kecil Amy. Dia memiliki sopan santun yang tak perlu lagi kita pertanyakan. Kegemarannya adalah membuat sketsa, dan karena dia yang paling kecil maka hanya dia yang masih pergi ke sekolah dan itu membuatnya merasa sangat terbeban.

Selasa, 06 Agustus 2013

Sapporo no Niji




Judul : Sapporo no Niji ( Pelangi Cinta di Langit Sapporo)
Penulis : Hapsari Hanggarini
Penerbit : GagasMedia
Cetakan I, 2012
226 hlm

Cinta memang aneh. Tiba-tiba saja ada, tiba-tiba saja muncul tak terduga, lalu menjerat hati dalam jalinan perasaan yang halus dan sulit diuraikan.

Seperti dengan penggalan kalimat di atas, buku ini mengisahkan tentang kisah cinta yang aneh, muncul dengan cepat, serta menjerat hati dari empat tokoh novelnya. 
Lala, seorang gadis asal Indonesia melanjutkan kuliahnya ke Sapporo tepatnya di Hokkaido University. Selain berniat mendapatkan ilmu, dia pula punya sebuah misi yakni mendapatkan pacar Nihon jin yang bermata sipit dan berkulit putih. Dan impiannya ini dengan mudah akan terwujud begitu dia bertemu dengan Nihon jin pertama yang diajaknya bicara saat pertama kali menginjakkan kaki di Sapporo. Lala bertemu dengan Hiroshi Yamada, dan mencoba menanyakan toilet. Sayangnya si Nihon jin bergegas pergi dengan pandangan aneh. 
Untunglah Lala bertemu lagi dengannya karena ternyata mereka satu kampus, bahkan apartemennya berseberangan. Singkat cerita mereka mulai akrab dan saat pertama kali makan bersama, si Nihon jin mengajak temannya Alvin yang juga orang Indonesia untuk menemani mereka. Lala yang sudah terlanjur tersihir dengan perhatian si Hiroshi bahkan tak pernah menggubris Alvin. Meski Alvin sudah cukup berusaha mendapatkan perhatiannya, namun minat Lala hanya pada Hisroshi. Kemudian muncul pula Daigo, Nihon jin lain yang turut merebut perhatian Lala, dan malah membuat Hiroshi marah. 
Kisah cinta yang cukup unik, dan diakhiri pula dengan manis. Apalagi dengan latar belakang kota Sapporo dan beberapa penjelasan mengenai kehidupan di Jepang sana serta beberapa penggalan kosa kata Jepang membuat saya serasa ikutan terbang ke Sapporo. Belum lagi penjelasan tentang berbagai makanan Jepang jadi bikin ngiler. Hehehe..
Namun ada beberapa hal yang agak mengganjal. Pada awal membaca, saya langsung merasa gregetan menemukan typo yang cukup mengganggu di hlm 12, yang mana seharusnya Lala mengirim email laporan ke Fira sahabatnya di Indonesia, bukannya Sita. Kemudian sepertinya terlalu banyak kebetulan. Lala yang adiknya Aldo, temennya Alvin yang di bilang bertetangga tapi tetangga jauh, dan anehnya Alvin bahkan tak kenal dengan keluarga Aldo. Hiroshi, si Nihon jin yang ketemu di bandara ternyata tetangga sebelah apartemen. Munculnya Daigo yang ternyata berkenaan dengan masa lalu Hiroshi, serta masih banyak lagi. 
Saya juga agak sebel dengan Lala yang hanya terus mengharapkan Hiroshi dan mati-matian dengan cita-citanya memiliki pacar Jepang sementara Alvin juga tak kurang memberi dia perhatian yang sama.Lala terkesan begitu plin plan dan herannya yang diceritakan cuma kisah cintanya. Jadi kasian sama si Alvin.
Tapi, bagaimanapun, membaca buku ini cukup terasa Jepangnya sehingga sedikit menutupi kekecewaan dengan cerita yang disajikan. Dan saya suka dengan covernya yang manis. :)


Jumat, 02 Agustus 2013

Buying Monday #1






Setelah membaca meme dari Mbak Aul di blognya tentang Buying Monday ini, maka saya jadi ikut-ikutan mengaku dosa dengan memamerkan menunjukkan timbunan baru di bulan ini. Barangkali ini bagus juga bagi saya agar segera sadar diri dan tidak gelap mata begitu melihat buku. Hehehe...

Rabu, 31 Juli 2013

The Golden Goose





The Golden Goose (Si  Angsa Emas)
Penulis : Dick King Smith
Penerjemah : Rika Fitrianti
Penyunting : Tyas AG
ISBN : 979-1113-20-3
Penerbit : Maroon Books
Cetakan I, September 2008
Copyright 2003 by Fox Busters Ltd.
111 hlm

Ada seorang petani yang sangat miskin, namanya Bapak Petani Skint. Istrinya bernama Janet ,dan mereka mempunyai dua anak kecil bernama Jill dan Jack. Karena miskinnya, mereka harus menjual  semua yang ada di ladang serta hewan ternak mereka. Dia jadi sangat sedih, karena sudah tidak punya uang dan makanan lagi. Cuma tersisa sepasang angsa yang di beri nama Misery dan Sorrow. Karena tidak ada makanan lagi maka Bapak Skint mau memotong Misery. Bapak Skint lalu pergi ke kandang. Dia melihat Sorrow dan telur-telurnya. Di hitung satu-satu, Satu…Dua… Tiga.. Empat. Eh, tapi ternyata ada satu lagi, jadi ada lima telur. Telur yang satu itu warnanya emas. Cantik sekali. Bapak Skint tidak jadi memotong Misery. Besoknya, dia pergi ke kandang lagi. Tapi lihat… telur-telur sudah menetas menjadi lima ekor angsa yang cantik-cantik. Empat anak angsa warna kuning, dan satunya warna emas.
Bapak Skint senang sekali, dia memegang angsa-angsa itu, dan saat dia membelai si angsa emas, hatinya menjadi  bahagia. Si angsa emaspun di beri nama Joy. Istri dan anak-anaknya juga di suruh membelai si angsa, dan mereka semua menjadi bahagia berkat si angsa emas…

Selasa, 30 Juli 2013

Coba Tunjuk Satu Bintang




Coba Tunjuk Satu Bintang
Penulis : Sefryana Khairil
Penerbit : GagasMedia
Cetakan I, 2013
210 hlm

Jika mencintai seperti proses respirasi, lalu mengapa kamu membiarkanku berhenti?
Demikian quote pertama yang muncul di halaman prolog buku, membuat saya langsung penasaran untuk membuka lembar-lembar selanjutnya. Dan akhirnya tidak butuh waktu begitu lama untuk menyelesaikannya  dengan cepat. Berkisah tentang Marsya dan Dio, sepasang kekasih yang merencanakan pernikahan, sayangnya harus batal karena Dio lebih memilih pergi mengejar mimpinya ke Hamburg untuk berkerja dan menjadi suskses agar dia mampu membuktikan kepada keluarganya bahwa dia juga mampu seperti kakak-kakaknya.  Sementara itu Marsya ditinggalkan dalam keterpurukan, apalagi dua tahun kemudian dia kehilangan ayahnya, membuat dia juga membatalkan pameran lukisan yang sudah direncanakannya.
Hingga akhirnya, tiga tahun kemudian Dio mulai bertanya-tanya apa sebenarnya yang ia cari, dan mengapa pula dia harus mengorbankan cintanya demi sebuah pembuktian. Akhirnya Dio memutuskan untuk pulang menemui Marsya, yang anehnya seperti tau saja Dio mau pulang, tiba-tiba saja harus pergi menyepi untuk sementara waktu. Sampai di sini saya sudah mulai agak merasa kurang nyaman, karena mengapa pula harus perlu 3 tahun untuk Marsya baru dia mencoba menyepi, dan mengapa harus bertepatan saat Dio merencanakan pulang ke Indonesia.
Kemudian, kemunculan karakter Andro yang bertemu dengan Marsya di sebuah pantai tempat marsya mencoba bersembunyi. Agak aneh dikatakan bahwa Andro mengenal Marsya dua tahun yang lalu saat mereka berniat mengadakan pameran bersama. Namun kemudian batal karena sesuatu dan lain hal. Sementara di bagian lain diceritakan bahwa ayah Marsya meninggal setahun lalu sehingga membuat marsya membatalkan pamerannya.  Namun mungkin saja dimaksudkan di sini bahwa mereka pertama bertemu dua tahun lalu itu, kemudian merencanakan pameran selama setahun namun akhirnya gagal.
Dan juga ada pula karakter Rama dan Kimmy, sahabat Dio dan Marsya yang terkesan begitu ikut campur dalam kisah cinta mereka, dan membuat saya ingin membuat cerita sendiri, semoga Kimmy dan Rama malah jadian. Tapi itulah sahabat, tentu ingin melihat sahabatnya bahagia. Dan seperti ada kata-kata dari Rama, entah siapa yang salah, Marsya dengan egoismenya, Dio dengan mimpinya, atau mereka para sahabatnya dengan niat ingin menyatukan mereka kembali.

Namun saya suka dengan karakter Marsya dan Dio, keduanya penyuka pantai serta pengagum antariksa. Marsya si Sagitta, dan Dio sebagai Orion sang pemburu.  Dua rasi bintang yang terletak di utara equador. Membuat saya ikut terkagum-kagum dengan kepiawaian penulis menuliskan quote-quote di setiap awal bab yang berkenaan dengan rasi bintang-rasi bintang di angkasa itu. Dan tentu saja seperti judulnya membuat saya mencoba untuk menunjuk satu bintang. :)

Sabtu, 29 Juni 2013

Kasih yang tulus (buku I)




Judul Asli : Forgiving
Penulis : LaVyrle Spencer
Alih Bahasa : Dra. Sri Hasta Palupi
Penerbit : Alice Saputra Communications Co.
Jakarta, 1996
417 hlm


Sarah
Ia datang ke Deadwood, kota barat yang kasar dan kacau, dengan mimpi ambisius menerbitkan sebuah surat kabar. Tetapi perjalanannya mempunyai tujuan yang lain ... menemukan adiknya dan memulihkan ikatan keluarga yang berantakan bertahun-tahun yang lalu, ketika Addie kabur dari rumah dengan hati yang menderita... dan tanpa penjelasan.

Noah
Gagasan perempuan keras kepala ini yang menjungkirbalikkan kotanya menjengkelkan Sherif Campbell. Tetapi ada sesuatu pada diri sarah yang tidak dapat di tolak penegak hukum ini. Jauh di dalam hatinya, ia ingin memperlakukan perempuan ini sebagai wanita terhormat. Tetapi di luar, ia tetap mempertahankan citra-dirinya yang keras... dan memberinya sambutan selamat datang yang keras..

Dua orang yang keras kepala, Sarah dan Noah menemukan keindahan cinta yang abadi... ketika hati belajar melupakan masa lalu memulai kehidupan baru ...

Sinopsis di atas yang terdapat di belakang novel ini membuat saya cukup penasaran hingga akhirnya memutuskan untuk membelinya. Meski saat saya beli sudah tidak terbungkus plastik dan kertasnya sendiri sudah berwarna kekuningan dengan aroma khas kertas lama, namun tidak memutuskan hasrat saya untuk tetap membeli sekaligus dengan jilid 2-nya. Dan pantas saja kertasnya sudah kuning, karena ternyata buku ini terbitan tahun 1996, yang berarti 17 tahun yang lalu. 
Mengisahkan tentang Sarah Meritt, seorang gadis muda yang meninggalkan kotanya setelah ayahnya meninggal untuk berangkat ke daerah barat yakni ke wilayah Dakota tepatnya ke kota Deadwood. Deadwood sendiri merupakan sebuah kota dengan penduduk mayoritas kaum adam karena adanya daerah pertambangan di tempat tersebut. Jumlah penduduk wanita amat sedikit, sehingga kedatangan Sarah merupakan sebuah keajaiban bagi penduduk kota tersebut. Jarang-jarang mereka bisa melihat makhluk yang berjenis kelamin wanita, kecuali istri pemilik toko ataupun pasangan-pasangan resmi. Dan kebanyakan dari mereka harus mengunjungi Rose's, rumah tempat para wanita penghibur jika ingin memuaskan keinginan mereka yang "satu" itu. Mata uang yang digunakan juga cukup unik yakni dengan menggunakan serbuk emas yang di timbang. 
Dengan di bantu Patrick Bradigan dan Josh, Sarah memulai usahanya di kota tersebut yakni penerbitan surat kabar Chronicle Deadwood. Meski agak kesulitan di awal dengan menghadapi berbagai rintangan, namun perlahan usahanya terus berkembang. Kesulitan yang didapatkan terutama berhubungan dengan sang Sherif  yakni Noah Campbell yang terus saja seakan menampakkan sifat permusuhan dengannya. Begitu banyak konflik terjdai di antara mereka, terutama di mulai karena Sarah pertama kali bertemu Noah di Rose's saat Sarah mencoba mencari adiknya. Meski dia cukup terguncang begitu tahu bahwa adiknya Addie ternyata bekerta di Rose's bahakn sudah mengubah namanya menjadi Eve, tak membuat Sarah patah semangat untuk terus mengajak Addie meninggalkan tempat tersebut dan melanjutkan hidup bersamanya. Sayang sekali ajakan Sarah selalu di sambut dingin oleh Addie dan bahkan tak pernah dihiraukannya. 
Sementara itu konflik antara Sarah dengan sang sherif perlahan mulai melunak ketika mereka berdua bahu-membahu membantu masyarakat ketika wabah cacar air melanda. Dan mereka bahkan semakin dekat ketika menjelang Natal, di mana Sarah berperan dalam acara Natal melatih anak-anak dan bahkan bernyanyi bersama Noah. 
Alur cerita antara Sarah dan Noah di buat dengan begitu hangat, dan cukup mengaduk-aduk emosi. Saya suka dengan latar waktu yang digunakan yakni di sekitar tahun 1876, mengingatkan saya akan buku-buku Laura Ingalls yang juga mengambil setting waktu sekitar tahun tersebut dan juga wilayah barat Amerika. Membuat saya membayangkan sang sherif yang berkumis panjang dengan wajahnya yang berbintik-bintik dan mengenakan topi Stetson. Secara keseluruhan, novel ini cukup menarik buat saya, membuat saya sangat penasaran untuk melanjutkan ke buku kedua. Bahkan novel romance ini menyelipkan pesan moral tentang ikatan keluarga yang tidak akan pernah terputus meski ada bayangan masa lalu yang kelam.