Laman

Kamis, 31 Januari 2013

ibuk,


Penulis : Iwan Setyawan
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama, Juni 2012
293 hlm

"Seperti sepatumu ini, Nduk. Kadang kita mesti berpijak dengan sesuatu yang tak sempurna. Tapi kamu mesti kuat. Buatlah pijakanmu kuat".

Siapa tak punya Ibuk? Semua tentu punya Ibuk yang membuat kita ada di dunia ini. Masing-masing dapat mengekspresikan bagaimana kasih kita pada Ibuk dengan caranya masing-masing. Mama, mami, ibu, mamak, bunda, indo', enyak, bundo, mak, inang, mom, ambu, ummi, okaasan, mother, dan lain sebagainya merupakan panggilan kita kepada sosok yang kita kasihi itu. Tak masalah kita menyebutnya dengan yang mana, yang jelas kita berasal dari rahimnya.
Dari judulnya, jelaslah buku ini menceritakan tentang ibuk. Ngatinah, seorang gadis kecil yang akhirnya mengubur mimpinya untuk terus bersekolah oleh karena sakit yang dialaminya menjelang ujian SD. Hingga akhirnya dia bekerja di pasar dan bertemu dengan Sim, seorang kenek yang di cap sebagai playboy pasar.
Abdul Hasyim, sang playboy pasar menjadi seorang suami, menjadi seorang nakhoda untuk sebuah pelayaran. Dan Ngatinah, seorang gadis desa yang lugu dan berhati putih, telah memberikan hatinya menjadi seorang istri. (hlm. 26)
Sim menjadi Bapak. Tinah menjadi Ibuk.   (hlm.27)
Dari kedua orang sederhana ini terlahirlah buah hati mereka, Isa, Nani, Bayek, Rini, dan Mirah.
Tahun berlalu. Anak-anak Ibuk dan Bapak tumbuh semakin besar. Beban hidup semakin berat. Kebutuhan semakin banyak.   (hlm. 37)
Di sini jelas tergambar bagaimana kerasnya hidup yang harus dijalani Ibuk pun juga Bapak. Ibuk tak ingin anaknya tidak sekolah. Besar harapannya bahwa dengan cara bagaimanapun anak-anaknya tak boleh senasib dengan dia. Kelima anak itu harus bersekolah bagaimanapun caranya. Ibuk berjuang mengatur setiap rupiah yang diserahkan bapak agar cukup untuk uang belanja juga untuk membayar uang SPP anak-anak. Bahkan Ibuk kadang-kadang harus mengambil kredit di Bang Udin untuk memebeli sepatu baru ganti sepatu mbak Nina yang sudah sobek.
Dapur ini penuh dengan jelaga. Hidup ini mungkin akan penuh dengan jelaga juga. Tapi anak-anakkulah yang akan memberi warna terang dalam hidupku. Ini hartaku. Dan kini saatnya, semua yang telah keluar dari rahimku bisa hidup bahagia. Tanpa jelaga...   (hlm.52)
Demikianlah Ibuk dengan daster batiknya yang selalu setia menemaninya menjalani hari-hari berat namun tak pernah dikeluhkannya. Semua diceritakan oleh Iwan dengan mengalir begitu saja. Saya begitu terpana membacanya bahkan tak sadar ikut sedih saat berada di bagian yang memilukan. Kesederhanaan Ibuk membuat saya trenyuh dan sudah jelas mengingatkan saya akan Ibu saya sendiri di kampung halaman.
Meski tak disajikan konflik yang berat namun lewat perjalanan hidup keluarga di kaki Gunung Panderman ini sudah cukup untuk merenungkan kembali kehidupan saya secara pribadi. Apalagi pada bagian terakhir pada saat kepergian Bapak, air mata saya bergulir karena mengingatkan saya pada Bapak saya sendiri yang juga sudah pergi pada bulan yang sama meski di tahun berbeda.
Selamat untuk Bapak. Aku yakin, dia sedang merayakan kemenangan atas kehidupan. Di sana... (hlm. 286)
Jelaslah buku ini dapat menjadi inspirasi bagi setiap perempuan pun setiap orang yang membacanya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Belajar dari pengalaman Ibuk, sayapun mencoba untuk menjadi 'Ibuk' yang terbaik buat putri kecil saya.
Buku ini di angkat dari kisah nyata penulis, dan merupakan novel keduanya setelah "9 Summers 10 Autumns, Dari Kota Apel ke The Besar".  Tentu cukup sulit mengangkat kisah pribadi untuk menjadi konsumsi publik, pastilah dibutuhkan keberanian yang besar.
Menulis membebaskanku. Membesarkanku. Memberanikanku. Aku menulis untuk membaca kehidupan. Aku menulis untuk berkaca. Aku menulis untuk melepaskan air mata. Aku menulis untuk menjadikanku manusia.     ......  Tulisanku mencoba menangkap kenangan agar mereka tidak menguap begitu saja.   (hlm. 287-288)

***

Buku ini hadiah dari Santa saya yang baik hati.
Bersama dengan buku ini, dia juga mengirimkan aku sebuah riddle yang harus ku tebak. Riddlenya seperti ini :

-here is my Riddle-
You can begin my name with one of book you read, as the initial.
It said, "Soon to be a major motion picture from the company that brought you The Name of the Rose".
You can find my second letter on one of your Sandra Brown book you've read. There is Maris and Evans as the characters.
This is the last clue :
I'm small. Sometimes I'm countless. But children love to have me to collect."
Your dear Santa....

Sayapun mulai menebak..
Namanya dimulai dengan huruf dari Buku Pope Joan ---------> jelas berawalan P.
Trus huruf kedua adalah dari buku Sandra Brown , jelas yang dimaksud adalah Envy -----------> jadilah huruf E
Clue yg terakhir adalah "children love to have me to collect" -----> bukan hanya anak2, saya juga mau ngumpulin kalo ada mbak.. *maruk , hehehe   :D

Jadi jelaslah Santaku adalah Bundanya Kakak Ilman dan Adik Zidan alias mbak Peni Astiti.
Tebakanku benar kan...???

Terima kasih mbak Santa...

Minggu, 27 Januari 2013

Kembalinya Sang Pelaut


Judul asli : Twice Loved
Penulis : LaVyrle Spencer
Penerjemah : Endang Sulistiyowati
Penerbit : Gagas Media
Cetakan Pertama, 2012
616 hlm

Seorang pria kembali setelah lima tahun pergi dan sudah di anggap meninggal. Dan ketika kembali dia menemui bahwa istrinya sudah menikah lagi dengan sahabatnya. Di mulai dengan adegan ketika Rye si pria tersebut turun dari kapal yang membawanya pulang ke tempat tinggalnya di Nantucket, sungguh malang nasibnya karena dia baru mengetahui bahwa selama kepergiannya itu dia di anggap telah meninggal. Itu karena kapal yang ditumpanginya tenggelam, namun untung bagi dia karena saat itu dia menderita cacar sehingga sebelum kapal itu tenggelam, dia sempat diturunkan dulu di sebuah pulau. Terkena cacar tapi merupakan keuntungan. Singkat cerita meski masih terus meneruskan pekerjaannya sebagai pemburu ikan paus di kapal lain, dia akhirnya pulang namun menemui keadaan yang tak lagi sama.
Laura (istri Rye) sendiri di tengah keterkejutannya atas kepulangan Rye langsung berada dalam posisi yang sulit. Kedua pria itu adalah suaminya. Dia menikah dengan Rye baru setahun ketika Rye memutuskan untuk ikut kapal penangkap paus. Sedangkan Dan sudah mendampinginya selama 4 tahun, bahkan anak yang dilahirkan Laura yang merupakan anak Rye sudah dianggapnya sebagai anaknya sendiri. Josh sendiripun mengenal Dan sebagai ayahnya. Rumit memang.
Kisah cinta segitiga yang harus dijalani Rye, Laura beserta Dan ini cukup mengaduk-aduk emosi pembaca. Secara pribadi saya sendiri cukup simpatik terhadap tokoh Laura.Dia masih sangat mencintai Rye, karena dari kecil dia dengan Rye sudah bersama. Dan kala itu Dan hanya dianggapnya sebagai teman. Ketika Rye di anggap meninggal itulah Dan yang terus mendampingi Laura, melewati masa-masa sulit, apalagi di tengah persiapan akan melahirkan seorang bayi. Meski di buku ini Dan hanya sedikit mendapat porsi di banding Rye dan Laura, namun sudah cukup untuk membuat konflik.
Oh ya, novel ini cukup banyak adegan .. ehm..ehm-nya jadi pastikanlah untuk tidak membacanya sebelum berusia dewasa.. Hehehe...
Entah apa yang harus disalahkan, mereka bilang takdir yang menempatkan mereka dalam posisi tersebut,dan mereka tak bisa melawan.
Sekilas saaat membaca buku ini saya jadi teringat film "Cast Away". Namun bedanya cerita ini mengambil setting tahun 1837, saat di mana kaum wanita masih mengenakan gaun-gaun yang menggembung bagian bawahnya dengan rangka tulang paus. Lagi-lagi paus... :)
Perburuan ikan paus adalah mesin tenun yang menjalin ombak laut dan benang daratan untuk menciptakan sebuah permadani yang di sebut Nantucket.                           (hlm. 37)
Untuk sampulnya, cukup menarik menurut saya, Ada gambar dua buah rumpun bayberry (bener gak sih?..) dengan 2 buah cincin. Cukup eye-catching dan menggambarkan isi buku.


Jumat, 25 Januari 2013

The Not So Amazing Life of @aMrazing

Penulis : Alexander Thian
Penerbit : Gagas Media
Cetakan I, 2012
220 hlm


Meributkan yang tak penting,
           menyepelekan yang penting

Sebutlah saya kampungan, ataupun ketinggalan jaman.. Tapi maaf, saya benar-benar baru tau ada manusia bernama Alexander Thian,pun dia memiliki akun twitter @aMrazing yang terakhir kali saya cek memiliki followers sebanyak 185385 sehingga pantas di sebut selebtwit.  Itu mungkin karena saya memang kurang gaul dan juga jarang mengaktifkan akun twitter saya.
Ah, sudahlah, jangan bahas itu, membuat saya jadi malu saja.. Hehehe.. *dan akhirnya saya juga jd follower akun ini.. :)

Lalu dari mana saya tahu buku ini? Awalnya cuma iseng-iseng saat belanja di bukabuku.com dan akhirnya saya menemukan buku yang warna sampulnya cukup keren ini sehingga saya tertarik menambahkannya di list belanjaan saya. Tentu saja saya tidak tahu kalau buku ini  penjualannya cukup laku keras  di berbagai toko buku, karena saya tak pernah alias sangat jarang ke toko buku besar, maklumlah di kota kami tidak ada toko buku besar, dan kemungkinan buku ini belum ada di jual di kota ini. Sudahlah, seperti kalimat di atas tak usah meributkan yang tak penting sehingga saya malah  menyepelekan yang penting mengenai buku ini,   soalnya dari tadi malahan bukan bukunya yang di bahas.

Baiklah, kembali ke buku,,,, buku ini di tulis oleh Alexander Thian berdasarkan pengalaman nyatanya selama bekerja di sebuah konter hp yang terletak di mall pinggiran. Bekerja di konter tentu tak lepas dari bertemu dengan berbagai macam pelanggan dengan berbagai model dan perangai masing-masing. Dalam buku ini ada 14 kisah yang diceritakan Alex yang cukup membuat saya ngakak tapi juga tersentuh pas baca cerita tentang hp dummy 2 juta. Kemudian ada juga kisah tentang seorang anak SD yang ngotot minta dibelikan hp sama ibunya, padahal itu membuat ibunya harus menjual hpnya sendiri dan juga menguras tabungan di ATM. Serasa mau jitak si anak SD juga itu.
Ada pula cerita tentang si Bapak berpakaian lusuh ber-henpon jadul dengan casing norak, namun akhirnya ternyata membeli HP paling mahal berharga sekian belas juta.. (beneran deh, don't judge a book by it's cover).
Lalu ada pula kisah pertemanan dengan Mas Bambang yang memiliki quote yang memiliki quote berikut ini :
"Belajar melihat dengan mata hati.  Dunia akan lebih jelas kalau kamu bisa "  (hlm. 121)

Serta masih banyak kisah lainnya yang cukup bikin muka nyengir-nyegir sendiri saat membacanya.
Tentunya setiap cerita membawa makna masing-masing. Dan akhirnya buku ini cukup sukses membawa pesannya karena bukan hanya membuat saya bisa tertawa namun juga kisah pengalaman hidup @aMrazing ini akhirnya menjadi pelajaran buat saya.


Selasa, 22 Januari 2013

Pengakuan Gadis Call Center




Judul asli : Confessions of a Call Center Gal
Penulis : Lisa Lim
Penerbit : Gradien Mediatama
Tahun terbit : 2012
462 hlm.

Maddy, seorang gadis yang baru lulus kuliah, sudah mencoba melamar ke berbagai perusahaan namun belum di terima sama sekali. Akhirnya ketika dia memutuskan untuk berkunjung ke Idaho di tempat temannya Kars, mereka berdua malah akhirnya mendapat pekerjaan di perusahaan Lightning Speed dengan rekomendasi dari ibu Kars dan menjadi seorang penerima telepon alias operator telepon. Ternyata menjadi penerima telepon itu tidak enak ya. Jangan kira pekerjaan ini gampang. Banyak pengalaman yang di alami Maddy selama bekerja. Respon dari penelpon sangat beragam. Ada yang baik, berbicara dengan manis. Namun lebih banyak yang menggertak ataupun memaki. Belum lagi jika ada sambungan telepon tunda. Duh, entah bagaimana rasanya harus terus-menerus menerima telepon dan mendapat istirahat hanya beberapa menit. pastilah kuping  menjadi panas. Untunglah ada teman-teman Maddy sesama operator yang bisa diajaknya berbagi.
Namun bukan hanya masalah pelanggan yang di bahas. Masalah kehidupan Maddy dengan temannya Kars juga muncul sehingga cukup membuat saya kasihan pada Maddy. Belum lagi dia jatuh cinta pada Mika namun sayangnya Mika malah pacaran dengan orang lain yang juga teman baik Maddy. Untunglah Maddy punya pelarian, rupanya dia juga suka baca buku. Dan yang membuat saya heran terhadap Maddy, saking seringnya menerima telepon, dia bisa membaca buku sambil menerima keluhan dari pelanggan dan juga sambil minum. Hehe.. benar-benar multi tasking.
Meskipun menurut saya ceritanya agak lambat, namun tetap menarik untuk di baca. Dan... saya suka dengan karakter Mika. :)
Saya agak jarang membaca chicklit, namun buku yang ini cukup mengena. Saya sendiri kadang-kadang suka
agak gemas jika menelepon operator dan jawaban yang di terima berbelit-belit ataupun saya seperti di lempar kesana-kemari. Namun dari Maddy saya tahu kalau mereka memang juga cuma menjalankan tugas.
Lewat buku ini saya belajar bagaimana menghargai profesi orang lain, juga bagaimana menghadapi menghadapi persoalan dalam hidup.
Terima kasih Maddy..

Receh for book(s)


Wah... ada lagi challenge yang unik nih..
Waktu nengok di blognya Maya, saya langsung sadar di rumah banyak banget recehan. Sebenarnya itu punya si kecil, kemarin pas dia bongkar celengan rupanya uang receh yang paling banyak. Pantesan celengannya berat amat sampe di kira sudah penuh hehe.. Karena gak tahu mau di apain, recehannya dibiarin begitu saja. Mau untuk parkiran, sekarang mereka minta seribu.. jadinya recehan ini gak di pake..
Nah, begitu liat challenge ini, sayapun langsung mengumpulkan  recehan tersebut, dan semoga bisa bertambah banyak hingga akhir tahun ini.. :)
Nah, kalau kamu ingin ikutan juga, ini peraturannya :

1. Kumpulkan uang receh dari Januari - Desember.
2. Jangan di hitung sampai akhir tahun 2013.
3. Setelah semua terkumpul, belikan buku yang kamu inginkan/ bukunya di hadiahkan ke orang lain.
4. Kalau mau ikut, bikin posting mengenai challenge ini  di blog masing-masing (tidak harus blog buku) kemudian masukkan link dari postingan kamu di mr. Linky.
5. Pasang banner Receh for book(s)
 
Selamat berburu receh..................

Jumat, 18 Januari 2013

The Marvelous Land of Oz

Pengarang : L. Frank Baum
Penerjemah : Justine Tedjasukmana
Ilustrator : Ella Elviana
Penerbit Atria
Cetakan I, Januari 2012
234 hlm

Adalah Tip, seorang bocah lelaki dari negeri Gilikin yang sejak kecil di asuh oleh si tua Mombi. Nama sebenarnya adalah Tippetarius, namun orang lebih senang memanggilnya dengan sebutan Tip. Tentu kaupun kalau di panggil dengan nama sebutan yang ringkas pastinya akan lebih enak kedengaran dibandingkan bila kau di panggil dengan nama panjangmu. Namun tinggal bersama Mombi yang dipercayai penduduk Gilikin sebagai seorang penyihir yang licik lama-kelamaan mulai membuat Tip bosan, karena Mombi selalu menyuruhnya mengerjakan ini dan itu. Suatu ketika saat Mombi pergi ke pasar, diapun berniat ingin mengerjai Mombi dengan membuat sebuah boneka berkepala labu dan menempatkannya di tengah jalan agar saat Mombi pulang nanti dia terkejut dan menjerit ketakutan. Namun sayang rencana Tip tak berjalan dengan baik. Mombi kan seorang penyihir, mana mungkin dia ketakutan terhadap sebuah boneka labu. Yang ada malah dia kemudian menyihir boneka labu itu menjadi hidup. Tip yang benar-benar tak tahan lagi hidup bersama Mombi akhirnya melarikan diri dengan membawa si boneka labu yang sudah hidup kemudian dinamainya Jack. Di sini saya langsung membayangkan Jack O' Lantern. Selain itu dia mengambil juga bubuk ajaib milik Mombi yang bisa menghidupkan benda mati.
Petualangan Tip pun di mulai, bersama Jack dia menemukan kuda kayu yang kemudian dihidupkannya, dan pergi ke Kota Zamrud. Kota ini di bangun oleh penyihir hebat Oz dan segala sesuatu di kota itu berwarna hijau bagaikan zamrud. Oh ya, Negeri Oz itu terdiri dari beberapa kota dengan ciri khasnya masing-masing. Gilikin yang merupakan asal Tip semuanya berwarna ungu, ada pula negeri Munchkin yang berwarna biru, negeri Quadling yang semuanya merah, dan negeri Winkies yang semuanya berwarna kuning. bertiga mereka menemui Si boneka jerami yang adalah Raja Zamrud dan akhirnya berteman dengannya. Sayangnya, ada sebuah kelompok gadis pemberontak yang ingin menguasai kerajaan Zamrud. Dengan berbekalkan senjata jarum jahit dan seorang pemimpin bernama jenderal Jinjur, gadis-gadis genit ini menyerbu ke dalam istana sehingga terpaksa Raja boneka jerami dan teman-temannya harus lari dari istana mencari pertolongan di negeri Winkies yang dipimpin oleh Nick Chopper aliasTin Woodman.
Dengan di temani Nick yang pesolek mereka kembali ke istana dengan tekad untuk merebut kembali kerajaan si Boneka Jerami. Di tengah jalan rombongan mereka di tambah lagi dengan si serangga yang sangat berpendidikan Mr. T. D. Woggle bug, S.B. Mereka akhirnya berhasil merebut kembali kerajaan dengan bantuan tikus tanah yang baik hati, meskipun Jenderal Jinjur dan pasukannya di bantu oleh Penyihir Mombi. Sayangnya meski berhasil merebut kembali kerajaan namun mereka masih belum aman sepenuhnya. Mulai lagilah mereka bertualang mengendarai Gump, kendaraan terbang yang di buat hidup lagi oleh Tip menuju negeri Glinda untuk meminta bantuan dari penyihir Glinda yang baik hati. Lewat petualangan dan perjalanan yang sungguh mendebarkan, akhirnya mereka berhasil menemui Glinda dan menyusun strategi untuk mereka kembali merebut Negeri Zamrud.

Secara keseluruhan saya suka sekali mebaca buku ini. Karena selain ceritanya yang menarik, banyak pula quote2 menarik yang disertakan dalam percakapan mereka, yang sanagt bagu untuk menjadi nasihat jika di baca ataupun dibacakan bagi anak-anak.  Sebutlah beberapa contoh di bawah ini :

Masing-masing dari kita punya kelemahan sendiri-sendiri, maka dari itu kita tak boleh saling menghakimi. ... (hlm. 90)
Hati yang mulia jauh lebih penting daripada pendidikan atau otak yang cerdas. .... (hlm. 115)
Sebab bila seseorang punya banyak uang, namun berotak dungu, dia tak akan bisa menggunakan apa yang dia miliki untuk mendapat keuntungan lebih. Namun, jika kita punya otak yang cerdas, meski tak punya uang, kita bisa menemukan cara untuk hidup dengan sejahtera selamanya. ..... (hlm.234)
Kita semua kaya teman, kita kaya sebab kita mensukuri kelebihan yang kita miliki dan itulah yang terpenting di dunia ini... (hlm. 234)
Selain itu setiap bab disertai pula dengan ilustrasi-ilustrasi yang menarik. Membuat kita seakan membayangkan keberadaan Negeri Oz itu sendiri. hehehe........

Menurut informasi di halaman awal, Frank L. Baum menuliskan buku ini sebagai lanjutan dari The Wizard of Oz karena banyaknya permintaan dari penggemar ciliknya yang memohon untuk dituliskan kelanjutan cerita tentang sang Boneka Jerami ataupun juga tentang Tin Woodman. Dan dia berjanji pada seorang gadis cilik bahwa dia akan menuliskan kelanjutannya jika telah menerima surat yang ke seribu. Dan dia benar-benar menerimanya tak lama setelah itu dan jadilah dia menuliskan cerita tersebut di atas.

Dan akhirnya, saya jadikan buku ini juga untuk memenuhi tantangan reading challenge FYE with Childreen Literature.


Selain itu karena di judulnya juga mencantumkan nama Oz jadi saya sepertinya bisa juga menjadikan ini untuk memenuhi tantangan What's in a Name Challenge 2013


Kamis, 10 Januari 2013

Reading Challenge........

Wah... saya belum pernah mengikuti Reading Challenge sebelumnya, jadi tahun ini saya berniat menantang diri saya sendiri dengan mengikuti beberapa reading challenge.. Ada begitu banyak pilihan, namun saya belum berani menyodorkan diri saya untuk menerima semua tantangan itu.. Dan akhirnya saya memilih untuk mengukuti Reading Challenge berikut ini :
Kalau tahun lalu di Goodreads saya menantang diri untuk menyelesaikan 150 buku namun ternyata tidak mampu, akhirnya saya menurunkan target saya tahun ini sebanyak 120 buku saja.

Nah untuk Reading Challenge dari blog lain saya mencoba mengikuti :
1. What's in a Name Reading Challenge 2013 yang di host oleh Ren.

    Tantangan ini adalah membaca novel fiksi dengan nama tokoh di judulnya. Ada beberapa rule yang  harus diikuti dan ada level untuk di pilih. Saya memilih level 2 :  What's in a Name  (Baca 10 buku dengan nama tokoh di judulnya)
 belum berani mengambil level yang tinggi karena belum pernah mengikuti challenge ini sebelumnya. 
Buku yang sudah berhasil di baca :
Januari : The Marveluos Land of Oz
              Dylan, I Love You
              The Not so amazing life of @aMrazing
Februari : Buah hati D'Alesandro
               Life of Pi
Maret    :

               Knife
April     :  Anna Karenina
               Dunia Kafka
Mei      :  Joshua


               

2. Selanjutnya masih mengikuti Challenge yang juga diselenggarakan oleh Ren yakni Read a long Nora Roberts dan J.D Robb. Saya belum menentukan mau baca buku yang mana tapi sepertinya saya akan membaca keduanya.

 untuk tingkat levelnya saya juga masih memilih level paling bawah yakni Clueless : membaca 5-10 novel dengan asumsi bahwa paling nggak ada 1 buah buku setiap bulannya.
Buku yang berhasil di baca :
Januari : .... hehe belum baca...
Februari : Konspirasi dalam Kematian by J.D. Robb
Maret    : -
April     : -
Mei      : Potrait in death by J. D. Robb



3.  Tantangan terakhir yang saya pilih adalah Fun Year Event with Children Literature. 


Karena kesukaan saya terhadap bacaan anak-anak makanya saya memberanikan diri mengikuti even ini.
Ada beberapa thema setiap bulan :
Fun Months 1 (FMs1) → Januari – Februari
Tema – Classic / Bildungsroman / Awards’ Winner Special Event : Februari : Read-Along Laura Ingalls Wilder’s Books
Fun Months 2 (FMs2) → Maret – April
Tema – Short Stories / Fairy Tales
Special Event : Maret : Read-Along Enid Blyton’s Books

Fun Months 3 (FMs3) → Mei – Agustus
Tema – Series / Trilogy / Fantasy / Adventure
Special Event : Juli : Memperingati Hari Anak Nasional (tentative)

Fun Months 4 (FMs4) → September – Oktober
Tema – Mystery / Classic / Bildungsroman Special Event : Roald Dahl’s Birthday Giveaway
Fun Months 5 (FMs5) → November – Desember
Tema – Realistic Fiction / Awards’ Winner Special Event : November : Read-Along Jacqueline Wilson’s Books

Sudah ada beberapa bacaan yang saya siapkan untuk mengikuti tantangan ini...

Buku yang sudah di baca :
Januari : Wonder by R J Palacio
              The Marvelous Land of Oz by Frank L Baum

Februari :  Rumah Kecil di Rimba Besar by Laura Ingalls Wilder
                Fajar baru di Lereng Bukit  by Roger Lea McBride
Maret    : Ulelean Parena Toraya 
               Little Red Riding Hood

     


Nah, itulah ketiga tantangan yang coba saya ikuti. Sebenarnya pengen juga ikut Reading Challenge book in English yang di host mbak Peni, tapi sayang bacaan English saya sangat minim, apalagi sangat sukar mendapat buku di tempat saya.. hikss...
Lalu ada pula tantangan Reading Challenge Mystery yang di host mbak Hobby Buku. Pengen ikut sebenarnya karena saya sangat suka kisah-kisah misteri. Tapiiiiiiii....*kembali melirik tumpukan buku yang tak seberapa...
Kemudian juga ada  a Harry Potter Reading Event yang di host Melamarian..
serta masih banyak lagi.. namun saya sadar kemunngkinan besar kalau saya ikut pasti tak akan mampu menyelesaikan tantangan tersebut.

Jadi , Ah... biarlah, semoga lain kali bisa mengikuti lebih banyak challenge.. :)

 Itu sudah.. *


Rabu, 09 Januari 2013

32 Home for Christmas


Penulis : Cally Taylor
 Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, Desember 2012
416 hlm


Meski suasana Natal sudah lewat, tapi kemarin saat melihat buku ini nangkring di rak buku sebuah toko saya langsung menyambarnya. Paling nggak mengobati kerinduan kepada rumah.
Diceritakan dari 2 sudut pandang anak manusia ...(haduuhhh bahasanya...), yakni Beth dan Math.
Beth, gadis 24 tahun yang percaya pada dongeng, selalu saja berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Dia baru saja diputuskan pacarnya, eh bioskop tempat kerjanya akan di jual yang berarti dia akan segera kehilangan pekerjaan, kemudian dia mabuk dan melakukan perbuatan memalukan di pesta ulang tahun kakek mantan pacarnya, belum lagi teman sekamarnya meninggalkan dia untuk liburan sehingga tidak ada tempat untuk curhat, masih pula ada ibunya yang terus membujuknya untuk pindah ke Australia.. serta masih banyak lagi masalah-masalah yang dialami Beth yang boleh di bilang kesialan selalu menimpanya.
Kemudian ada Math, pria dari perusahaan yang akan membeli bioskop tempat kerja Beth, punya pekerjaan yang cukup bagus, punya seorang kakek yang amat disayanginya, punya pacar yang baru diputuskannya namun selalu mengejarnya, punya teman yang selalu bisa diajaknya minum di pub, namun sayangnya dia tidak punya orang tua karena mereka meninggalkannya sejak kecil, itulah sebabnya dia sebenarnya kurang percaya pada cinta sejati atau hubungan yang akan  bahagia selamanya seperti kisah dongeng yang sangat disukai Beth.
Keduanya bertemu dalam situasi yang cukup konyol, ketika Beth sedang menyatakan cinta pada poster George Clooney dan kemudian Math lari ketika melihat mantan pacar yang posesif sedang mengejarnya. Secara bergantian Beth dan Math membawa saya melihat kehidupan mereka, dan setiap akhir bab selalu membuat saya penasaran untuk melanjutkan ke bab selanjutnya.
Saya belum sempat membaca karya Cally Taylor sebelumnya yang berjudul "Heaven can wait" jadi belum tau seperti apa karya Taylor ini. Namun membaca buku ini membuat saya jadi ingin mencari buku yang pertama itu.. Hehe..
Bacaan yang manis mengawali tahun ini... :)

Selasa, 08 Januari 2013

Secret Santa 2012... (posstingan super telatt... )


Setelah berlibur sekian lama akhirnya bisa bertemu lagi dengan dunia lain ini...
Sebelumnya mari saya ceritakan tentang Secret Santa ini..
Seperti kita ketahui, Santa biasanya hadir menemani acara Natal di bulan Desember. Nah, Desember kemarin BBI kembali mengadakan acara SS alias Secret Santa. Tahun sebelumnya saya belum ikut, tentu saja karena saya belum bergabung dengan BBI. hehehe... Nah, kali ini meski dengan harap-harap cemas apalagi sadar diri dengan domisili saya yang cukup jauh akhirnya saya memberanikan diri ikut berpartisipasi. Masing-masing mendapat seorang Santa pun juga menjadi seorang Santa.
Karena sekali lagi tempat yang cukup jauh maka saya mengirimkan hadiah saya lebih awal daripada jadwal yang ditentukan, dengan harapan bisa tiba tepat waktu, apalagi saya berencana keluar kota selama beberapa waktu yang tidak diketahui sampai kapan (eh, sekarang saya sudah kembali.... :)....)
Namun saya tak kalah penasarannya kapan saya menerima hadiah dari Santa...,
selama di luar kota itu saya terus menunggu kabar dari rumah apakah paket saya sudah tiba.
Akhirnya penantian itu berakhir, di hari-hari terakhir bulan Desember orang rumah mengabari kalau ada paket yang diantarkan oleh pak Pos, katanya isinya buku tapi gak ada nama pengirimnya ???... Yihaaa.. sayapun menari-nari gembira, yakinlah saya itu pasti kiriman dari Santa yang baik hati.
 Kemarin waktu tiba di rumah, saya menanyakan paket tersebut, dan rupanya inilah dia....



Ada riddlenya nih : 


bisa kebaca kan??
Ah, santaku.... ada beberapa cluee yang harus ku cari..
Aku akan segera berubah menjadi Hercule Poirot....

Makasih ya Santa, sudah bersusah payah mengirimiku yang jauh di sini...
Eh, tentu saja makasih juga untuk bukunya... Santa, kau tau yang ku mau.. :)