Laman

Kamis, 07 Februari 2013

Rumah Kecil di Rimba Besar

Judul asli : Little House In the Big Woods
Penulis : Laura Ingalls Wilder
Penerjemah : Djokolelono
Penerbit Libri
Cetakan ke-1, 2011
216 hlm



Pada suatu waktu di dalam Rimba Besar tinggallah seorang gadis kecil bernama Laura di dalam sebuah rumah kecil yang terbuat dari balok-balok kayu. Bersama dengan keluarganya yang terdiri dari Pa, Ma, Mary kakaknya dan juga si bayi Carrie. Berbagai petualangan di alami Laura dan keluarganya di dalam rimba besar itu.
Laura, seorang gadis kecil yang selalu ingin tahu. Dan Pa adalah tempat yang tepat untuk bertanya setiap hal yang ingin diketahuinya. Laura agak tomboi tidak seperti Mary yang lebih senang berada di rumah mengerjakan pekerjaan anak perempuan. Laura lebih suka bermain di luar dan bermain dengan anak lelaki. Hanya satu sisi yang menunjukkan dia suka mainann  anak perempuan yakni boneka. Sayangnya bonekanya hanyalah sebuah tongkol jagung. Dan betapa bahagianya Laura begitu mendapat hadiah Natal sebuah boneka yang kemudian diberinya nama Charlotte.
Pa Ingalls, seorang yang selalu bekerja keras demi keluarga. Pa membuat ladang dan juga sekali-sekali berburu untuk mendapatkan daging. Kadang pula Pa pergi ke kota menukarkan beberapa hasil buruan maupun hasil ladang dengan sesuatu yang diperlukan untuk di bawa pulang ke rumah. Setiap malam bila Pa tidak lelah dia akan memainkan biolanya dan mereka sekeluarga akan bernyanyi.
Ma sendiri adalah wanita yang paling cantik dan pemberani. Ma selalu menyiapkan makanan buat keluarga. Masakan Ma selalu bikin ngiler karena Ma selalu mampu membuat makanan yang lezat. *jadi pengen banget ngerasain makanan Ma. :)

Pa memandang Ma dan berkata,"Tidak akan ada yang mati kelaparan selama masih ada Caroline"   (hlm. 173)
Itu merupakan pujian kepada Ma yang dilontarkan oleh Pa setelah Pa bercerita tentang si tua Grimes.
Selain memasak, Ma juga mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga lain, bahkan Ma juga punya jadwal untuk tugas khusus setiap hari. Kata Ma selalu :
Senin mencuci, Selasa  menyeterika, Rabu memperbaiki, Kamis membuat mentega, Jumat membersihkan, Sabtu memanggang, Minggu beristrirahat.   (hlm. 26)

Buku ini adalah buku pertama dari 10 buku seri Laura edisi terbitan Libri. Dulu waktu masih kecil saya pernah membaca buku ini versi terbitan BPK Gunung Mulia. Cerita ini masih berbekas di ingatan saya sehingga saya kemudian berburu buku Laura Ingalls ini dan akhirnya berhasil mengumpulkan 9 dari 10 (masih kurang 1). Saya selalu mengingat film-nya ketika Laura kecil berlari di padang rumput, juga ada Carrie yang masih bayi, berlari dan kemudian terjatuh, namun bangkit lagi. Kemudian ada Pa dan Ma yang sedang  mengendarai kereta kuda mereka.
Namun di buku ini belumlah mengisahkan masa itu. Di buku ini Laura dan keluarganya masih tinggal dalam Rimba besar, tidak jauh dari rumah nenek dan kakek. Meski tidak begitu dekat namun sesekali mereka dapat berkunjung ke rumah kakek bahkan suatu ketika diadakan Pesta Dansa di rumah kakek. Begitu ramai dan mereka dapat berjumpa dengan keluarga besar juga ada banyak tamu-tamu yang datang.
Oh ya banyak hal baru yang saya dapatkan dengan membaca buku ini. Misalnya tentang kakek salju, juga cara membuat mentega, keju, juga membuat gula mapel. Ah, buku ini memang tak pernah membosankan untuk di baca. Dulu waktu kecil, saya selalu berharap untuk menjadi Laura. Begitu bebas bermain di alam luar, melakukan hal-hal yang menyenangkan.  Bertualang bersama keluarga dengan mengendarai kereta kuda. Buku ini bukan sekedar sebuah kisah petualangan, namun banyak pelajaran yang bisa di petik dari kisah hidup Laura dan keluarganya. Bagaimana mereka bekerja keras dan tak pernah mengeluh, pun tetap memiliki waktu untuk berkumpul dengan keluarga setiap malam bernyanyi bersama atau berbagi cerita. Juga banyak nasihat-nasihat bijak yang bisa kita petik dalam setiap percakapan mereka.

Note : Buku ini untuk memenuhi tantangan Fun Year With  Chidren's Literature
Oh ya, kisah-kisah Laura selanjutnya adalah sebagai berikut :





Tidak ada komentar:

Posting Komentar