Laman

Selasa, 12 Februari 2013

Konspirasi dalam Kematian



Judul asli : Conspiracy in Death
Penulis : J.D. Robb
Alih Bahasa : Joezer Mandagi & Sisilia Kinanti G.
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, Oktober 2009
520 hlm

Buku ini merupakan buku karangan J. D. Robb yang kedua yang saya baca. Meskipun serial J. D Robb ini saya baca tidak berurutan namun kisah sepak terjang Letnan Eve Dallas tidaklah begitu membingungkan jika di baca secara acak. Dengan setting di awal tahun 2059, dikisahkan kali ini Dallas menghadapi kasus pembunuhan yang cukup brilian. Korban adalah seorang gelandangan yang hidupnya bahkan sudah tidak lama lagi, namun dia diakhiri dengan cara menghilangkan jantungnya namun di bedah dengan sempurna yang jelas merupakan pekerjaan seorang ahli. Bersama rekan-rekannya, Dallas mencoba menelusuri kasus tersebut namun sayangnya dia tersandung dengan pengaduan dari seorang Officer lain yang rupanya tidak senang dengan kelakuan Dallas terhadapnya yang menegurnya karena tidak becus menangani TKP.
Penyelidikan Dallas yang juga di bantu Roarke dari belakang akhirnya menemukan bahwa kasus ini berhubungan dengan kejadian serupa di Chicago juga di Paris. Chicago sendiri sering memunculkan kembali ingatan Dallas akan masa kecilnya yang suram dan rupanya ada sejenis trauma yang dideritanya oleh karena pengalaman masa kecilnya yang buruk itu. Namun Roarke dengan setia selalu mendampingi Dallas dalam setiap keterpurukannya. *Wahhh... tambah kagum nih sama Roarke.. :)
Kemudian muncul korban serupa dengan proses pembunuhan yang sama namun dengan organ hilang yang berbeda. Kali ini seorang wanita pendamping berlisensi harus kehilangan ginjalnya yang sudah rusak.
Pertanyaan-pertanyaan muncul, siapa yang mau membunuh orang yang sudah sekarat, kemudian bahkan mengambil organ tubuh yang sudah rusak dan seharusnya tak berguna lagi? Apa ini pekerjaan anggota sekte tertentu? Ataukah seseorang yang menginginkan kepuasan tertentu?
Sesuai dengan judulnya, rupanya ada konspirasi di dalam kasus Dallas kali ini. Konspirasi yang melibatkan ahli-ahli medis ternama bahkan juga tokoh politik. Semuanya ditutupi dengan rapi. Meski sempat di ancam karena penyelidikannya itu dan bahkan lencananya juga di copot karena kasus dari Bowers si pengadu namun akhirnya Dallas tetap bangkit dan mengejar si pembunuh, tentu saja dengan di bantu teman-teman setianya dan juga Roarke.
Buku ini cukup menegangkan karena konflik yang disajikan cukup menarik apalagi di tambah dengan kemunculan sisi lain dari Dallas yang biasanya garang namun dimunculkan sisi kelemahannya saat dia terpuruk ketika lencananya di copot. Meski ada beberapa typo yang mengganggu namun tidak mengurangi ketegangan dalam membacanya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar