Halaman

Selasa, 02 Oktober 2012

#25 The Switch (Tertukar)

Pengarang : Sandra Brown
Alih Bahasa : Monica Dwi Chresnayani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan keempat, Januari 2011
656 hlm


Melina Lyoold merasa sangat terpukul ketika pagi hari saat dia baru bangun, dia mendapat kabar dari seorang sheriff bahwa saudara kembarnya, Gillian Lyoold tewas terbunuh dengan cara yang mengerikan. Apalagi setelah mengetahui bahwa saudaranya itu tewas pada malam saat sebelumnya mereka mencoba bertukar peran. Karena mereka kembar identik jadi mereka mencoba memainkan permainan masa kecil mereka yakni saling bertukar tempat, Melina jadi Gillian, Gillian menjadi Melina. Itu adalah permainan masa kanak-kanak mereka yang kadang-kadang dilakukan untuk mengelabui orang tua mereka. Saya mengenal sepasang anak kembar, murid Sekolah Minggu saya, dan meskipun sudah berulang kali bertemu, saya sampai sekarangpun tak bisa membedakan mereka. Nama mereka Cindy dan Candy, dan karena tak mampu membedakan mereka (pakaian merekapun kembar *huuufttt mengusap keringat di jidat), saya memanggil mereka dengan menyebut kedua nama itu meski jika hanya ada seorang Cindy/Candy yang terlihat.
Halah,, itu di luar buku… :)
Kembali ke Melina.
Malam itu Melina seharusnya menjalankan tugasnya sebagai seorang media escort untuk mendampingi Christopher Hart, seorang perwira Nasa yang baru pulang dari meenjalankan misinya di luar angkasa. Karena Melina merasa tentu ini akan menantang bagi Gillian, jadilah dia menyarankan Gilllian menggantikan perannya pada malam itu. Namun sayang, karena hal itulah yang mengakibatkan meninggalnya Gillian. Seorang egomaniak, lelaki pencemburu mengenali Gillian dan ketika melihatnya bersama sang Pahlawan luar angkasa, kecemburuannnya tumbuh dengan begitu luar biasa dan itu begitu mendesakkan keinginan dlam hatinya untuk melenyapkan Gillian karena di anggapnya tak bermoral. Sayangnya, beberapa saat kemudian si pembunuh ikut bunuh diri sehingga sheriff setempat akhirnya memutuskan kasus tersebut di tutup setelah sang pembunuh berhasil didapatkan.
Namun Melina tak bisa tinggal diam begitu saja. Bersama dengan Sang Chief Hart, diapun mencoba menelusuri jejak sang pembunuh dan akhirnya perburuannya (sebenarnya tak bisa di bilang perburuan sih, karena sebenarnya merekalah yang di kejar-kejar oleh para penjahat yang mana korban terus berjatuhan di belakang mereka) sampai kepada seorang pengkhotbah tivi yang tampan dan begitu terkenal. Brother Gabriel, memiliki sebuah kuil ministry di atas puncak gunung dengan begitu banyak pengikut dan staf yang bekerja baginya yang kesetiaannya tak perlu lagi dipertanyakan. Dia memiliki impian untuk membuat sebuah dunia dengan tatanan baru yang selalu digembar-gemborkannya dalam setiap khotbahnya di televisi. Latar sekte/ ajaran sesat sudah pernah saya temukan sebelumnya dalam buku “The Witness/ Sang saksi”.  Sejak awal si penjahat ini sudah ditunjukkan, sehingga kita sudah tahu bahwa dialah penjahat besar ataupun si bos dari para penjahat dalam cerita ini. Jadinya ini membuat saya agak kecewa, yahhh.. mana dong kejutannya..? biasanya kan Sandra Brown selalu menyelipkan kejutan tentang para penjahat di bagian akhir cerita.. Namun saat menutup buku ini, ternyata saya tak perlu kecewa :) karena rupanya kejutan manisnya tetap ada di akhir cerita.

2 komentar:

  1. wah, saya baca buku ini waktu zaman saya msh SMA. bukunya msh cetakan lama hehe... saya selalu suka suspense-nya sandra brown :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe... sama.. saya juga suka :)

      Hapus