Laman

Selasa, 06 Agustus 2013

Sapporo no Niji




Judul : Sapporo no Niji ( Pelangi Cinta di Langit Sapporo)
Penulis : Hapsari Hanggarini
Penerbit : GagasMedia
Cetakan I, 2012
226 hlm

Cinta memang aneh. Tiba-tiba saja ada, tiba-tiba saja muncul tak terduga, lalu menjerat hati dalam jalinan perasaan yang halus dan sulit diuraikan.

Seperti dengan penggalan kalimat di atas, buku ini mengisahkan tentang kisah cinta yang aneh, muncul dengan cepat, serta menjerat hati dari empat tokoh novelnya. 
Lala, seorang gadis asal Indonesia melanjutkan kuliahnya ke Sapporo tepatnya di Hokkaido University. Selain berniat mendapatkan ilmu, dia pula punya sebuah misi yakni mendapatkan pacar Nihon jin yang bermata sipit dan berkulit putih. Dan impiannya ini dengan mudah akan terwujud begitu dia bertemu dengan Nihon jin pertama yang diajaknya bicara saat pertama kali menginjakkan kaki di Sapporo. Lala bertemu dengan Hiroshi Yamada, dan mencoba menanyakan toilet. Sayangnya si Nihon jin bergegas pergi dengan pandangan aneh. 
Untunglah Lala bertemu lagi dengannya karena ternyata mereka satu kampus, bahkan apartemennya berseberangan. Singkat cerita mereka mulai akrab dan saat pertama kali makan bersama, si Nihon jin mengajak temannya Alvin yang juga orang Indonesia untuk menemani mereka. Lala yang sudah terlanjur tersihir dengan perhatian si Hiroshi bahkan tak pernah menggubris Alvin. Meski Alvin sudah cukup berusaha mendapatkan perhatiannya, namun minat Lala hanya pada Hisroshi. Kemudian muncul pula Daigo, Nihon jin lain yang turut merebut perhatian Lala, dan malah membuat Hiroshi marah. 
Kisah cinta yang cukup unik, dan diakhiri pula dengan manis. Apalagi dengan latar belakang kota Sapporo dan beberapa penjelasan mengenai kehidupan di Jepang sana serta beberapa penggalan kosa kata Jepang membuat saya serasa ikutan terbang ke Sapporo. Belum lagi penjelasan tentang berbagai makanan Jepang jadi bikin ngiler. Hehehe..
Namun ada beberapa hal yang agak mengganjal. Pada awal membaca, saya langsung merasa gregetan menemukan typo yang cukup mengganggu di hlm 12, yang mana seharusnya Lala mengirim email laporan ke Fira sahabatnya di Indonesia, bukannya Sita. Kemudian sepertinya terlalu banyak kebetulan. Lala yang adiknya Aldo, temennya Alvin yang di bilang bertetangga tapi tetangga jauh, dan anehnya Alvin bahkan tak kenal dengan keluarga Aldo. Hiroshi, si Nihon jin yang ketemu di bandara ternyata tetangga sebelah apartemen. Munculnya Daigo yang ternyata berkenaan dengan masa lalu Hiroshi, serta masih banyak lagi. 
Saya juga agak sebel dengan Lala yang hanya terus mengharapkan Hiroshi dan mati-matian dengan cita-citanya memiliki pacar Jepang sementara Alvin juga tak kurang memberi dia perhatian yang sama.Lala terkesan begitu plin plan dan herannya yang diceritakan cuma kisah cintanya. Jadi kasian sama si Alvin.
Tapi, bagaimanapun, membaca buku ini cukup terasa Jepangnya sehingga sedikit menutupi kekecewaan dengan cerita yang disajikan. Dan saya suka dengan covernya yang manis. :)


3 komentar:

  1. menarik kayaknya ya bukunya.. saya suka jg yg setting jepang.

    yup setiap buku memang ada kelemahannya ya, klo typo harusnya editor lbh teliti.. klo mslah alur kadang jd hak preogratif penulis.. yg baca sih tergantung selera hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... iya sih Mba Binta.. :)

      Hapus
  2. Trims ulasan dan masukannya ya...
    Btw, klo mau tau lanjutannya ada di When You Love Someone (Media Pressindo). InsyaAllah ceritanya lbh menarik =D #promocolongan

    BalasHapus