Laman

Jumat, 10 Mei 2013

Kesempatan Kedua



Judul Asli : Tough Customer
Penulis : Sandra Brown
Alih Bahasa : Maria Lubis
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I, Maret 2013
656 hlm

Dodge Hanley adalah seorang detektif swasta yang kini bekerja pada seorang pengacara, tiba-tiba saja dihubungi oleh Caroline King, mantan kekasihnya 30 tahun yang lalu berkenaan dengan kasus yang sedang dialami oleh anak mereka, Berry. Dodge sendiri terakhir kali melihat anak mereka itu saat Berry baru lahir. Karena sesuatu hal Dodge dan Caroline harus berpisah.
Kini, ketika Caroline meminta bantuannya, apalagi itu menyangkut anak mereka, maka Dodgepun memutuskan terbang ke Houston dari Atlanta. Masalah yang dihadapi Berry sendiri terbilang cukup berat. Nyawanya sedang di buru oleh seorang maniak penguntit Oren Starks, mantan rekan kerjanya yang genius dan cerdik. Semua bermula ketika Berry menolak Oren bahkan pernah menghina Oren sehingga Oren sakit hati dan menyatakan Berry harus mati.
Ketika Oren mencoba membunuh Berry tapi tidak berhasil, malahan Ben teman Berry yang terkena peluru, saat itulah Caroline menghubungi Dodge. Meski sudah ada Ski Nyland sang deputi sherif yang menyelidiki kasus Oren itu, namun Caroline yakin dengan kemampuan Dodge sehingga dia meminta Dodge untuk membantu memburu Oren. 
Oren sendiri bisa dikatakan sangat lihai dalam bersembunyi. Dia dengan pandainya mengecoh para polisi, dan bahkan dalam pengejarannya dia juga mampu membunuh seorang anak remaja, dan juga Sally Buckland teman kerja mereka juga. Selain itu seorang kakek pemilik mobil yang dirampoknya juga menjadi korban. Berry menyadari bahwa semua kejadian itu adalah akibat kesalahannya. Di sini saya cukup salut dengan Sandra Brown, karena karakter Berry yang dihadirkan bukanlah sosok perempuan sempurna. Di sini Berry diperlihatkan kurang lebih mewarisi sifat ayah kandungnya, yang mana dia ambisius dan juga keras kepala. Sebenarnya sikap ambisiusnya itulah yang menyebabkan Orek mengejarnya. Sementara Dodge dulu berpisah dengan Caroline karena Caroline menganggap dia lebih mementingkan kariernya, karena Dodge bahkan tak ada ketika dia harus berjuang melahirkan Berry.
Beberapa hari pengejaran Oren menyebabkan timbulnya lagi hubungan antara Dodge dan Caroline, juga Berry dan sang sherif. Sayangnya cerita kali ini sepertinya plotnya berjalan lambat. Belum lagi kita di ajak ke masa 30 tahun yang lalu. Hanya ketika sampai di akhir cerita baru terasa seru. Tapi ini mungkin juga disebabkan karena sambil menulis novel ini, Sandra Brown juga menulis novel lain seperti pengakuannya di bagian belakang buku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar