Laman

Jumat, 28 Februari 2014

Rahasia Meede





Rahasia Meede
Misteri Harta Karun VOC
Penulis : E. S. ITO
Penerbit Hikmah (PT Mizan Publika)
Cetakan I, Agustus 2007
675 hlm



Perniagaan tanpa moralitas
Politik tanpa etika
Sains tanpa humanitas
Peribadatan tanpa pengorbanan
Kekayaan tanpa kerja keras
Pengetahuan tanpa karakter
Kesenangan tanpa nurani

Demikianlah 7 dosa sosial yang dikenalkan oleh Mahatma Gandhi. Lalu apa hubungannya dengan Rahasia Meede?
Meede adalah putri Erberveld yang menjalin hubungan dengan Kapten Clusse. Lewat Meede, sang Kapten berhasil mendapatkan nama-nama orang yang dekat dengan Erbeveld. Erbeveld sendiri diyakini membawa rahasia ayahnya Pieter Erbeveld yang bertanggungjawab terhadap monopoli emas Salido. Tumpukan emas inilah yang diyakini rahasianya dibawa lari oleh Meede.
“Ya. Kelak orang-orang berspekulasi bahwa rahasia harta VOC itu dibawa hilang oleh Meede. Het geheim van Meede atau Rahasia Meede, itulah awal perburuan harta karun yang aku lalukan.”  (hlm. 453)
Inilah cerita perburuan harta karun VOC yang terkubur entah di mana di suatu tempat. Perburuan yang dilakukan oleh berbagai pihak, baik dari Indonesia sendiri yakni oleh sebuah pihak yang disebut sebagai Anarki Nusantara dan juga oleh pihak asing.

Awalnya saya sendiri sempat bingung dengan banyaknya tokoh yang muncul di awal cerita. Dan tentu saja saya mesti bersabar untuk mengetahui bagaimana hubungan mereka, dengan terus membaca hingga di akhir cerita.
Dan ternyata, kemudian banyak kejutan-kejutan yang dihasilkan oleh cerita ini. Bahkan bagi saya sendiri, awalnya saya hanya tahu kalau VOC itu adalah serikat dagang dari Belanda sana. Titik.  Mengenai harta benda, utang Belanda pada negara kita dan sebagainya yang muncul dalam cerita ini, saya tidak tahu sama sekali. Atau mungkin saja sayalah yang tak memperhatikan dengan baik saat pelajaran sejarah dulu. Hehehe... Entahlah... Namun dengan membaca novel ini, sayapun ikut larut dalam sejarah bangsa. Banyak pengetahuan sejarah yang saya dapatkan, dan saya salut pada penulis untuk hal itu. Beliau benar-benar mampu menggali sejarah bangsa kita.

Kembali ke isi cerita.
Batu Noah Gultom adalah seorang wartawan koran Indonesiaraya. Dia baru 5 bulan bekerja di koran tersebut, namun sudah mendapat kepercayaan dari sang redaktur Parada Gultom. Batu ditugaskan untuk mengikuti berita tentang pembunuhan misterius orang-orang penting yang anehnya semuanya berlangsung di tempat-tempat yang berawalan huruf B.

Sementara itu dikisahkan pula tentang seorang gadis cantik asal Belanda, Cathleen Zwinckel. Dia berangkat ke Indonesia dalam rangka merampungkan penelitian untukkeperluan tesisnya mengenai sejarah ekonomi kolinial di negeri tersebut. Sejarah kolonial ekonomi, tentu saja akan berkaitan dengan VOC.

Dan di sisi lain, ada pula tiga orang peneliti Belanda yang tengah menggali di bawah gedung Museum Sejarah Jakarta

Kemudian ada pula cerita tentang seorang guru sejarah yang disegani murid-muridnya. Guru Uban namanya, mengajarkan tentang Jan Pieterszoon Coen, sang akuntan sejati.
"Membicarakan kekejian JP Coen artinya kita harus memahami VOC." (hlm. 83)
Nah, bagaimanakah hubungan antara kisah-kisah tersebut?
Itulah yang saya sebutkan di awal tadi, bahwa kita mesti bersabar untuk menemukan kaitan antara orang-orang tersebut. Kisah-kisah ini memang diramu untuk membuat kita penasaran agar terus membacanya. Apalagi dengan bumbu-bumbu sejarah yang cukup memikat, dan sepertinya memang cukup mendetail diceritakan, maka kisah ini menantang untuk dibaca.

Ah, dan bahkan sayangnya, hingga menutup buku ini, saya masih penasaran dengan Pak Guru Uban.





Catatan : 
Oh ya, saking penasarannya dengan Museum Sejarah Jakarta, kebetulan akhir Februari kemarin saya mendapat kesempatan mengunjungi kota Jakarta, dan mencoba mencari-cari waktu di antara padatnya kegiatan untuk menuju ke sana, sayang saya tak menemukan Museum yang dimaksud dalam cerita ini. Kemudian, karena masih penasaran, sayapun berlari ke Monas. *Ini kunjungan saya yang pertama. Maklumlah, orang udik dari Papua hehehe... dan malah saya menemukan  ini (seperti dalam foto)?
Hadeuuh.. sayapun bingung apa maksudnya? Tak sempat meminta penjelasan dari petugas. 



5 komentar:

  1. Sudah lama pengen baca buku ini ga jadi 2 :(

    BalasHapus
  2. wah, museum sejarah nasional tuh dimana ya? yg di monas itu kah? kalau museum nasional sih memang besar dan terkenal ya :D btw baca 2 review buku ini di posbar bbi, dan jadi kepingin baca bukunya :)

    BalasHapus
  3. saya lagi baca (ulang) ini juga...
    saya sebenarnya penasaran dengan topik sejarah ekonomi kolonialnya Cathleen :D

    BalasHapus
  4. Wah, kalau ke Jakarta mustinya kopdar dulu ya *salah fokus
    Aku orangnya enggak sabaran baca cerita, jadi.. hmm >,<

    BalasHapus