Judul : Carrie
Penulis : Stephen King
Alih Bahasa : Gita Yuliani K.
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Oktober 2013
256 hlm
Buku ini adalah salah satu hadiah dari Secret Santa saya. Salah satu even yang diadakan BBI di akhir tahun kemarin, di mana sesama anggota saling berbagi kado buku.
Selesai membaca buku ini, saya tidak tau harus menulis apa. Rasanya hmmmm... Agak susah juga dijelaskan.
Hehehe..
Baiklah..
Carrie White, gadis 17 tahun yang menjadi korban bullying teman-temanya. Sebenarnya dia adalah remaja biasa. Ia gadis gemuk pendek dengan jerawat pada leher, punggung dan bokongnya.
Tapi yang membedakannya dari teman-temannya ialah dia mempunyai kemampuan telekinesis.
Tentu saja, tidak ada dari mereka yang tahu bahwa Carrie White berkemampuan telekinesis. (hlm. 10)
Tentu saja saya meng-google tentang telekinesis sambil membaca buku ini. Intinya adalah telekinesis merupakan kemampuan untuk menggerakkan sesuatu obyek tanpa harus menyentuhnya.
Bagaimana dengan Carrie? Kenapa dia bisa memiliki kemampuan itu?
Jika dianalisa, sepertinya hidup Carrie tertekan oleh ulah ibunya, Margareth White yang terlalu fanatik. Hal itu membuatnya ingin memberontak, dan setiap kali emosinya memuncak, terjadilah hal-hal aneh berkaitan dengan pikirannya. Kejadian awal bermula ketika dia berusia 3 tahun, terjadi hujan batu ketika dia dikurung Mommanya dalam lemari setelah dianggap bersalah karena berbincang dengan tetangganya yang berpakaian minim dan sedang berjemur di halaman belakang. Tentu saja itu adalah dosa besar menurut Momma.
Belum lagi ketidaktahuannya tentang haid sehingga membuatnya mendapat olok-olokan dari teman-temannya semakin menanamkan rasa benci dalam hatinya. (Untuk bagian ini saya sendiri sempat bingung, memangnya di sekolah tidak diajarkan pelajaran Biologi ya?)
"Momma!" jerit Carrie,"Momma tolong dengarkan! Ini bukan salahku!"
"Tundukkan kepalamu," kata Momma."Mari kita berdoa."
"Momma seharusnya memberitahu aku!"
(hlm. 61)
Hingga akhirnya di bagian klimaks pada malam prom. Ah, tidak usahlah diceritakan. Rasakan sendiri kengeriannya. Apa benar-benar akan membuatmu bergidik?
Sayang sekali, seperti kebanyakan pembaca lain, saya juga mengeluhkan terjemahannya, membuat saya jadi kurang nyaman membacanya.
Oh ya, saya jadi teringat Mathilda waktu membaca buku ini. Tapi bedanya Mathilda meski masih kecil, dia mau belajar mengendalikan kemampuannya itu.
******
Yuhuuu........ Akhirnya tiba juga saatnya membongkar identitas sang Santa Rahasia.

Ternyata setelah memperhatikan clue dari si SS, kata 'utara' dan 'k kecil', langsung saja pikiran saya melayang pada Halmahera. Yakin deh, Santaku adalah mba Putri Utama. Betul kan?.......
Makasih banyak ya Mba Put... :)