Laman

Rabu, 31 Juli 2013

The Golden Goose





The Golden Goose (Si  Angsa Emas)
Penulis : Dick King Smith
Penerjemah : Rika Fitrianti
Penyunting : Tyas AG
ISBN : 979-1113-20-3
Penerbit : Maroon Books
Cetakan I, September 2008
Copyright 2003 by Fox Busters Ltd.
111 hlm

Ada seorang petani yang sangat miskin, namanya Bapak Petani Skint. Istrinya bernama Janet ,dan mereka mempunyai dua anak kecil bernama Jill dan Jack. Karena miskinnya, mereka harus menjual  semua yang ada di ladang serta hewan ternak mereka. Dia jadi sangat sedih, karena sudah tidak punya uang dan makanan lagi. Cuma tersisa sepasang angsa yang di beri nama Misery dan Sorrow. Karena tidak ada makanan lagi maka Bapak Skint mau memotong Misery. Bapak Skint lalu pergi ke kandang. Dia melihat Sorrow dan telur-telurnya. Di hitung satu-satu, Satu…Dua… Tiga.. Empat. Eh, tapi ternyata ada satu lagi, jadi ada lima telur. Telur yang satu itu warnanya emas. Cantik sekali. Bapak Skint tidak jadi memotong Misery. Besoknya, dia pergi ke kandang lagi. Tapi lihat… telur-telur sudah menetas menjadi lima ekor angsa yang cantik-cantik. Empat anak angsa warna kuning, dan satunya warna emas.
Bapak Skint senang sekali, dia memegang angsa-angsa itu, dan saat dia membelai si angsa emas, hatinya menjadi  bahagia. Si angsa emaspun di beri nama Joy. Istri dan anak-anaknya juga di suruh membelai si angsa, dan mereka semua menjadi bahagia berkat si angsa emas…

Cerita di atas merupakan cerita versi saya saat mendongeng ke putri  kecil saya. Dan dia terus saja menodong saya untuk terus menceritakan tentang si angsa emas.  

Kisah sebenarnya memang hampir sama seperti yang saya ceritakan padanya di atas. Namun masih ada lanjutannya. Itu hanya kisah pembuka, namun tentunya anak saya tidak akan mengerti kalau saya ceritakan lebih lanjut. Hehehe.. tentu saja, karena dia baru berusia 3 tahun.
Membaca buku ini seolah membuat saya membaca kembali dongeng-dongeng seperti saat masih kecil dulu. Sebuah keajaiban yang ditimbulkan oleh seekor angsa membuat keluarga petani yang malang itu menjadi petani yang paling beruntung. Dan tentu saja ada pelajaran moral yang ingin disampaikan. 

1.       Kebaikan hati akan selalu mendatangkan kebaikan juga. Seperti Pak Skint yang sudah menyelamatkan angsa emas dan keluarganya dari terkaman rubah yang jahat, maka Pak Skint menerima kebaikan pula dengan datangnya banyak keberuntungan dalam keluarganya.
2.       Keberuntungan yang diberikan si angsa emas tidak akan selamanya bertahan.  Diperlukan usaha juga untuk setiap keberuntungan itu. Angsa emas tidak selamanya akan berwarna emas. Lama-lama warnanya akan pudar.
3.       Meski telah menjadi kaya Pak Skint tidak sombong, dan tidak berniat untuk memamerkan kekayaannya itu.
4.       Kita harus teguh memegang janji seperti Sir David yang tetap merahasiakan keberadaan Joy meski hatinya sungguh resah untuk memfilmkan kisah angsa emas itu. Dan jika ingin membocorkan rahasia itu, kita harus minta ijin dulu kepada siapa kita berjanji.
5.       Pak Skint dan keluarganya akhirnya mau untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain dengan membiarkan orang menonton kisah tentang angsa emas.
6.       Meski Joy tak lagi berwarna emas, namun kebahagiaan dan keberuntungan tetap diberikannya kepada pemiliknya. Membuat saya berfikir bahwa, kita sebagai manusia harusnya tak boleh juga untuk lupa diri.
7.       Oh ya, dan tentang Pak Pos yang meremehkan perkataan Jill si anak kecil, mengingatkan saya untuk selalu siap mendengar pendapat dari siapapun, meskipun itu dari seorang anak kecil. Karena kita tahu anak kecil selalu penuh dengan kepolosan dan kejujurannya.
Dan meski dia sudah melihat kebenarannya, namun dia tetap tidak mau percaya dan bahkan mengatakan bahwa itu adalah tipuan. Ini mengajarkan anak-anak bahwa kita tidak boleh iri dan berkata bohong mengenai teman kita sendiri. Karena kadang kita sudah tahu bahwa sesuatu hal itu benar namun karena dengki, kita malah seringkali memfitnah dan tidak mau percaya.

Di sertai dengan gambar/ ilustrasi yang menarik membuat saya betah membaca buku ini, dan dengan cepat selesai dalam hitungan menit. Tentu saja ini akan menjadi bacaan yang menarik bagi anak-anak. Karena bahasanya sederhana dan akan mudah di mengerti apalagi ada gambar yang mendukung. Dan kata “Anser Aureus” dalam buku ini membuat saya penasaran tentang legenda Romawi kuno itu, dan mencoba mencari artinya di internet. Sayang yang muncul malah si bakteri Staphilococcus aureus
Oh ya buku ini saya dapatkan dari sale Mbak Hobby Buku. Hehe.. Makasih ya… Dan ternyata pas dengan posting bareng BBI di bulan ini yakni tentang buku anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar