Laman

Selasa, 30 Juli 2013

Coba Tunjuk Satu Bintang




Coba Tunjuk Satu Bintang
Penulis : Sefryana Khairil
Penerbit : GagasMedia
Cetakan I, 2013
210 hlm

Jika mencintai seperti proses respirasi, lalu mengapa kamu membiarkanku berhenti?
Demikian quote pertama yang muncul di halaman prolog buku, membuat saya langsung penasaran untuk membuka lembar-lembar selanjutnya. Dan akhirnya tidak butuh waktu begitu lama untuk menyelesaikannya  dengan cepat. Berkisah tentang Marsya dan Dio, sepasang kekasih yang merencanakan pernikahan, sayangnya harus batal karena Dio lebih memilih pergi mengejar mimpinya ke Hamburg untuk berkerja dan menjadi suskses agar dia mampu membuktikan kepada keluarganya bahwa dia juga mampu seperti kakak-kakaknya.  Sementara itu Marsya ditinggalkan dalam keterpurukan, apalagi dua tahun kemudian dia kehilangan ayahnya, membuat dia juga membatalkan pameran lukisan yang sudah direncanakannya.
Hingga akhirnya, tiga tahun kemudian Dio mulai bertanya-tanya apa sebenarnya yang ia cari, dan mengapa pula dia harus mengorbankan cintanya demi sebuah pembuktian. Akhirnya Dio memutuskan untuk pulang menemui Marsya, yang anehnya seperti tau saja Dio mau pulang, tiba-tiba saja harus pergi menyepi untuk sementara waktu. Sampai di sini saya sudah mulai agak merasa kurang nyaman, karena mengapa pula harus perlu 3 tahun untuk Marsya baru dia mencoba menyepi, dan mengapa harus bertepatan saat Dio merencanakan pulang ke Indonesia.
Kemudian, kemunculan karakter Andro yang bertemu dengan Marsya di sebuah pantai tempat marsya mencoba bersembunyi. Agak aneh dikatakan bahwa Andro mengenal Marsya dua tahun yang lalu saat mereka berniat mengadakan pameran bersama. Namun kemudian batal karena sesuatu dan lain hal. Sementara di bagian lain diceritakan bahwa ayah Marsya meninggal setahun lalu sehingga membuat marsya membatalkan pamerannya.  Namun mungkin saja dimaksudkan di sini bahwa mereka pertama bertemu dua tahun lalu itu, kemudian merencanakan pameran selama setahun namun akhirnya gagal.
Dan juga ada pula karakter Rama dan Kimmy, sahabat Dio dan Marsya yang terkesan begitu ikut campur dalam kisah cinta mereka, dan membuat saya ingin membuat cerita sendiri, semoga Kimmy dan Rama malah jadian. Tapi itulah sahabat, tentu ingin melihat sahabatnya bahagia. Dan seperti ada kata-kata dari Rama, entah siapa yang salah, Marsya dengan egoismenya, Dio dengan mimpinya, atau mereka para sahabatnya dengan niat ingin menyatukan mereka kembali.

Namun saya suka dengan karakter Marsya dan Dio, keduanya penyuka pantai serta pengagum antariksa. Marsya si Sagitta, dan Dio sebagai Orion sang pemburu.  Dua rasi bintang yang terletak di utara equador. Membuat saya ikut terkagum-kagum dengan kepiawaian penulis menuliskan quote-quote di setiap awal bab yang berkenaan dengan rasi bintang-rasi bintang di angkasa itu. Dan tentu saja seperti judulnya membuat saya mencoba untuk menunjuk satu bintang. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar