Halaman

Selasa, 01 Oktober 2013

Roald Dahl Read-A-Long




Whoaa.. lagi-lagi Mba Maria @HobbyBuku menggelar Read A Long Roald Dahl, masih dalam rangka even "Baca bersama Literature Anak". Untuk event ini, meski saya agak terlambat mengetahuinya, namun karena kebetulan buku-buku Roald Dahl ada nampang di rak buku saya, maka tentunya saya tidak mau ketinggalan untuk ikutan. Saya sendiri belum pernah membaca karya Roald Dahl sebelumnya. Hanya baru-baru ini saja saya membacanya, dan tentu saja saya sungguh tertarik. Apalagi dengan cap "pengarang favorit anak-anak sedunia" di setiap bukunya membuat saya tambah penasaran.
Baiklah, mari kita membaca. Dan bacaaan saya adalah sebagai berikut :
1. The Magic Finger - Jari Ajaib  (baca di bulan Agustus)

Serta sebuah permainan berkhayal menjadi tokoh buku Opa Dahl di sini.
Oh ya, jika ingin ikutan event ini, mari ke Little Alice's Garden milik Mba Maria di sini. Proyek membaca ini berlangsung dari awal September, dan Mister Linky-nya di buka hingga 20 Oktober. Oh iya, ada quisnya juga lho di twitter, tanggal 2 - 3 Oktober. Cek di fav. nya @HobbyBuku ya.


The Enormous Crocodile (Si Buaya Raksasa)


Judul : Si Buaya Raksasa
Judul Asli : The Enermous Crocodile
Penerjemah : Poppy D. Chusfani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
64 hlm


Kali ini kita akan berkenalan dengan seekor buaya raksasa. Buaya berukuran besar tentu butuh makanan yang banyak pula bukan? Nah, si buaya raksasa ini ingin memakan anak kecil yang menurut dia dagingnya sangat lezat. Dengan menggunakan akal yang cerdik (menurut dia sih), dia mencoba mencari peruntungannya ke kota untuk mendapatkan makanan itu. Melewati Humpy Rumpy si kuda nil, Trunky si gajah, si monyet, dan juga si burung Roly Poly, dengan pongahnya dia bergegas ke kota untuk mendapatkan makanan itu. Namun sayang sekali, ternyata selain sombong, dia juga suka berbuat jahat. Masakan dia menggigit pohon tempat si monyet biasa bertengger dan juga berusaha menerkam si burung hingga beberapa helai ekornya terlepas. 

Begitu tiba di kota, dia mulai menjalankan rencana-rencananya itu. Apakah rencananya berhasil? Tentu saja, siapa menanam kejahatan akan menuai keburukan pula. Si buaya raksasa yang sombong itu mendapatkan balasannya. Seperti apa balasan yang diterimanya itu? Bacalah buku ini, karena sungguh indah pesan yang disampaikannya. Selain itu pesan lain yang ingin disampaikan adalah jangan pernah memandang remeh seseorang karena merasa punya kekuatan. Buku indah dengan gambar penuh warna ini sungguh layak di baca oleh anak-anak usia 5 tahun ke atas.

Bagian favorit saya adalah ketika terdengar bunyi  "Duaarrr.... ,  dan diapun terpanggang seperti sosis. "
Hahaha.. lucu sekali, bahkan anak saya Wilda (3 thn) ikut-ikutan tertawa begitu saya menceritakan buku ini, meski tentu saja dia belum begitu mengerti.

Kamis, 26 September 2013

Labirin Rasa



Judul : Labirin Rasa
Penulis : Eka Situmorang Sir
Penerbit : Wahyumedia
Cetakan Pertama - Jakarta, 2013
394 hlm
ISBN : 979 - 795 - 753 - 5

Suka bertualang? Atau sekedar jalan-jalan? Apalagi jika kamu suka kisah-kisah romantis, maka kamu harus baca buku yang satu ini.
Bercerita tentang Kayla dan pencarian cintanya, mengantarkan kita untuk ikut menelusuri perjalanan bersama Kayla. Kayla, si gadis urakan yang apa adanya, tak pernah memperhatikan penampilan dan bahkan bermuka jerawatan. Karena nilainya yang jeblok, untuk menghibur diri, dia berlibur ke rumah eyangnya di Jogja. Namun nasib baik mempertemukannya dengan Ruben, cowok indo bertampang ganteng seperti artis.
Sejak itu, dimulailah petualangannya berkeliling Indonesia bahkan juga perjalanan cintanya pun bermula. Pembaca diajak melihat Jogja - Malang - Bali - Lombok - Makassar - Medan bahkan hingga New Zealand dengan cara berbeda. Membaca buku ini membuat saya merasa ikut terbang ke tempat-tempat tersebut, yang mana dari semua kota yang disebutkan itu, saya baru sempat menginjakkan kaki di Jogja dan Makassar. Tapi itulah beda dari buku ini, meski di ramu dalam kisah romansa cinta Kayla, namun Eka juga menonjolkan eksotisme tempat-tempat tersebut, dan saya yakin penulis sendiri pun pasti pernah menjelajahi tempat-tempat tersebut, sebagaimana kita mengenal Eka sebagai penulis blog yang gemar travelling. 



Kemudian, bukan hanya kisah romansa dan petualangan yang ditawarkan oleh buku ini. Kitapun di beri bonus dengan kutipan-kutipan manis di setiap awal bab. Selain itu diselipkan pula sedikit nuansa budaya Batak yang membuat saya tersenyum-senyum sendiri membaca logat dan juga ceritanya. Kisah Kayla dengan beberapa pria dalam pencarian cintanya ini memang ibarat labirin yang membuat kita ikut masuk untuk menikmati rasa itu hingga akhirnya menemukan akhir pencarian.
"Dan mereka sama-sama menemukan perasaan itu. Cinta yang membara di antara mereka berdua. Cinta dewasa yang teruji waktu dan persoalan. Tak akan terpisahkan." (hlm. 394)

Terlepas dari banyaknya typo yang cukup mengganggu, terutama pada beberapa kesalahan penulisan nama/ tertukar antara Ruben dan Patra tidak menyurutkan saya untuk memberi tiga bintang pada buku ini. Terus berkarya ya @Ceritaeka. :)