Laman

Selasa, 03 Juni 2014

Keely



Judul Asli : Hero of Lesser Causes
Penulis : Julie Johnston
Alih Bahasa : Ade Reena
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, September 2007
288 hlm

Berlatar belakang masa sesudah perang di kota kecil bernama Channing sebelah bawah lembah Ottawa, teenlit ini mengisahkan tentang Keely Connor, gadis kecil berusia 12 tahun bersama kakaknya Patrick yang berusia tiga belas setengah. Karena jarak usia yang tak begitu jauh, tentu saja Keely sangat akrab dengan kakaknya. Bermain perang-perangan bersama, menceburkan diri dalam kolam pengisap darah ataupun bermain tembak-tembakan, meski mereka sendiri sudah merasa terlalu besar untuk itu membuat Keely merasa mereka seperti kembar siam dengan pikiran yang terkadang sama.

Keely sendiri hanyalah remaja biasa, dia sangat suka kuda, dan terkadang membayangkan dirinya adalah penunggang kuda jantan putih perak yang melesat menembus kabut naik turun Lembah Ottawa. Hingga akhirnya sebuah kejadian buruk menimpa Patrick saat dia harus dinyatakan lumpuh karena polio, dimulailah peran Keely dalam rangka menjadi pahlawan untuk kakaknya itu. 


"Tak ada yang sama di keluarga kami seperti ketika sebelum Patrick sakit. Kepribadiannya sama lumpuhnya dengan otot-ototnya, tapi kami mencoba tersenyum meskipun sebenarnya kami ingin menangis dan menjerit. Aku sendiri ingin menjerit dan menendang dinding sampai pecah. Tapi toh tidak kulakukan. Kami relatif lebih banyak berdiam diri. Bahkan Patrick sendiri tidak merengut atau menangis atau apapun. Justru mungkin lebih mudah kalau Patrick menunjukkan emosi. Tapi dia tidak bereaksi sama sekali. " (hlm. 53)
Penggalan kalimat di atas mewakili semua kejadian setelah itu. Meski Keely dan keluarganya selalu berusaha menghibur Patrick, namun Patrick tetap sama, bahkan seperti kehilangan semangat hidup karena menyangka dirinya sedang sekarat. Disinilah peran Keely dinampakkan. Diceritakan dengan gaya remaja (namanya saja teenlit) dengan segala pikiran antara masa kanak-kanak dan ingin menjadi dewasa, Keely selalu berusaha untuk selalu ada bagi kakaknya, membantu agar semangat Patrick kembali. 

Jujur, awal membaca buku ini saya tidak punya ekspektasi apa-apa, bahkan cenderung bosan di awal buku. Namun karena tak begitu tebal maka saya usahakan untuk terus membacanya. Dan ternyata semakin ke belakang saya dibuat tertawa, takjub bahkan terharu dengan ulah Keely. Benar-benar bacaan yang bagus untuk remaja. Dan tentu saja saya suka endingnya. :)

Hanya karena namanya saja "teenlit", maka mungkin karena itu bahasa terjemahannya juga dibuat untuk sasaran pembaca remaja hingga saya yang tuwir ini agak kurang menikmati terjemahan model seperti itu. Hehehe...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar