Laman

Senin, 11 Maret 2013

Si Peramal Cinta



Judul Asli : Tho Oracle of Dating
Penulis : Allison van Diepen
Penerjemah : Susan Pasca Lina
Penerbit : Esensi
193 hlm

Hai, kamu punya masalah percintaan?
Butuh nasihat menghadapi masalah-masalahmu itu?
Datang saja pada si Peramal, hanya dengan 5 dollar kamu akan mendapatkan berbagai solusi untuk masalahmu itu. Bahkan kamu tak perlu mengeluarkan uang jika hanya ingin mengintip blog-nya saja. :)
Si Peramal dengan senang hati akan membantumu, setelah dia menggali apa masalahmu. Nasihat-nasihatnya cukup bijak meski sebenarnya umurnya masih sangat muda (upps.. jangan bilang-bilang ya, soalnya sebenarnya si Peramal itu merahasiakan siapa dirinya).
Jika melihat kakaknya ataupun teman-temannya yang kira-kira membutuhkan nasihat, maka Peramal akan memasukkan kartu namanya di loker orang-orang bermasalah, siapa tahu saja mereka tergerak untuk mengkonsultasikan masalahnya itu ke si Peramal. Lumayan kan bisa dapat 5 dollar hehehe..
Tapi rupanya pelanggan si Peramal masih belum begitu banyak sehingga Peramal harus nyambi juga jadi kasir di  Hellhole (hufft, sebenarnya Peramal sudah sangat jenuh dengan pekerjaan itu).
Nah, di usia Peramal yang masih muda ini tentu saja dia juga akan mengalami sendiri yang namanya jatuh cinta, meski dia sudah berjanji nggak akan pacaran sebelum masuk  usia kuliah. Namun  terpaksa dia harus melanggar janjinya, karena Peramal tahu dia tertarik pada Jared, teman sekelasnya di kelas sains dan seni lukis. Sekarang si Peramallah yang butuh nasihat, apalagi ada Brooke si anak populer yang jadi saingannya untuk mendapatkan Jared. Nelangsalah hatinya. Apa yang harus dilakukan peramal? Seharusnya insting Peramalnya akan memberinya saran, jadi tak perlu pusing. Aku yakin, si Peramal mampu memberikan saran untuk dirinya sendiri... :)

Kalian para remaja boleh saja minta saran pada Peramal, tapi kalau baca buku ini sambil sesekali  "tutup mata" yah. Soalnya bentuk kehidupan pergaulan remaja di dunia sana tentu beda dengan kita di timur sini. Kalau saya sih bacanya dengan membuka mata lebar-lebar, bukannya kenapa-kenapa, tapi  ukuran font yang terlalu kecil sehingga membuat mata saya cukup sulit beradaptasi. Hiks...

Oh ya, si Peramal ternyata kembali lagi dalam "Peramal Cinta is Back". Mari mengejar Peramal...

Ps. Terima kasih buat Mbak Desty yang meminjamkan buku ini lewat pinjambuku.

2 komentar:

  1. Haha untuk ukuran teenlit emang buku ini terlalu tebel ya sampai fontnya kecil begitu.
    Anyway ceritanya menurutku seru dan ga kacangan lho, gaya bashaanya juga asik.. tapi emang sih pergaulannya agak2 serem nih diekspos berlebihan disini :P

    BalasHapus
  2. Yup.. menurutku juga cukup keren... :)

    BalasHapus