Halaman

Selasa, 03 Juni 2014

Keely



Judul Asli : Hero of Lesser Causes
Penulis : Julie Johnston
Alih Bahasa : Ade Reena
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, September 2007
288 hlm

Berlatar belakang masa sesudah perang di kota kecil bernama Channing sebelah bawah lembah Ottawa, teenlit ini mengisahkan tentang Keely Connor, gadis kecil berusia 12 tahun bersama kakaknya Patrick yang berusia tiga belas setengah. Karena jarak usia yang tak begitu jauh, tentu saja Keely sangat akrab dengan kakaknya. Bermain perang-perangan bersama, menceburkan diri dalam kolam pengisap darah ataupun bermain tembak-tembakan, meski mereka sendiri sudah merasa terlalu besar untuk itu membuat Keely merasa mereka seperti kembar siam dengan pikiran yang terkadang sama.

Keely sendiri hanyalah remaja biasa, dia sangat suka kuda, dan terkadang membayangkan dirinya adalah penunggang kuda jantan putih perak yang melesat menembus kabut naik turun Lembah Ottawa. Hingga akhirnya sebuah kejadian buruk menimpa Patrick saat dia harus dinyatakan lumpuh karena polio, dimulailah peran Keely dalam rangka menjadi pahlawan untuk kakaknya itu. 

Minggu, 01 Juni 2014

Daughter of Fortune



Judul : Daughter of Fortune
           (Putri Keberuntungan)
Penulis  : Issabel Allende
Alih Bahasa : Eko Indriantanto
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, Desember 2009
552 hlm


Pada 15 Maret 1832,di depan pintu keluarga Sommers ditemukan seorang bayi kecil yang berada dalam peti sabun terbungkus sweater laki-laki. Bayi mungil yang dengan segera merebut hati Miss Rose Sommers hingga akhirnya dia dipelihara dan diberi nama keluarga Sommers yakni Eliza Sommers.
Eliza boleh dikatakan beruntung dipelihara oleh keluarga bangsawan tersebut. Dia dirawat dan dipelihara layaknya gadis bangsawan, diajari bernyanyi, berdansa, bahkan bermain piano serta berbagai keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan gadis muda. Namun tetap pula Eliza akan rajin bermain di dapur bersama Mama Fresia, pelayan keluarga tersebut mempelajari berbagai resep masakan. Semua hal yang kelak tanpa disadarinya ternyata berguna bagi dirinya di kemudian hari.

Eliza, gadis cerdas namun kerap bertindak spontan memulai petualangannya di usia 16 tahun. Ketika itu dia bertekad menyusul kekasihnya yang terkena dampak demam emas ke California. Meninggalkan kehidupan yang nyaman di Chili, dia menyusup ke sebuah kapal dibantu sang koki kapal asal China, Tao Chi'en. Sungguh berat hal yang harus dialaminya, dalam keadaan hamil plus mabuk kapal dan harus meringkuk bersembunyi dalam palka kapal agar tak ketahuan bahkan dia harus kehilangan janinnya. Untunglah Tao selalu ada menjaganya, dan kemudian bahkan secara terpaksa terus menemaninya dalam pencariannya menemukan sang kekasih.

Mengarungi daerah barat yang sangat asing baginya, daerah liar yang bahkan belum mengenal peraturan, belum lagi dengan adanya penduduk asli orang Indian di mana bahkan sangat jarang ada perempuan kecuali perempuan-perempuan yang memang berniat untuk menjajakan dirinya bagi para pencari emas. Hal-hal tersebut tidaklah menyurutkan keinginannya untuk terus menemukan cintanya, bahkan ketika dia harus berjuang seorang diri dalam pencariannya setelah berpisah dari Tao.

Jumat, 28 Februari 2014

Rahasia Meede





Rahasia Meede
Misteri Harta Karun VOC
Penulis : E. S. ITO
Penerbit Hikmah (PT Mizan Publika)
Cetakan I, Agustus 2007
675 hlm



Perniagaan tanpa moralitas
Politik tanpa etika
Sains tanpa humanitas
Peribadatan tanpa pengorbanan
Kekayaan tanpa kerja keras
Pengetahuan tanpa karakter
Kesenangan tanpa nurani

Demikianlah 7 dosa sosial yang dikenalkan oleh Mahatma Gandhi. Lalu apa hubungannya dengan Rahasia Meede?
Meede adalah putri Erberveld yang menjalin hubungan dengan Kapten Clusse. Lewat Meede, sang Kapten berhasil mendapatkan nama-nama orang yang dekat dengan Erbeveld. Erbeveld sendiri diyakini membawa rahasia ayahnya Pieter Erbeveld yang bertanggungjawab terhadap monopoli emas Salido. Tumpukan emas inilah yang diyakini rahasianya dibawa lari oleh Meede.
“Ya. Kelak orang-orang berspekulasi bahwa rahasia harta VOC itu dibawa hilang oleh Meede. Het geheim van Meede atau Rahasia Meede, itulah awal perburuan harta karun yang aku lalukan.”  (hlm. 453)
Inilah cerita perburuan harta karun VOC yang terkubur entah di mana di suatu tempat. Perburuan yang dilakukan oleh berbagai pihak, baik dari Indonesia sendiri yakni oleh sebuah pihak yang disebut sebagai Anarki Nusantara dan juga oleh pihak asing.

Awalnya saya sendiri sempat bingung dengan banyaknya tokoh yang muncul di awal cerita. Dan tentu saja saya mesti bersabar untuk mengetahui bagaimana hubungan mereka, dengan terus membaca hingga di akhir cerita.
Dan ternyata, kemudian banyak kejutan-kejutan yang dihasilkan oleh cerita ini. Bahkan bagi saya sendiri, awalnya saya hanya tahu kalau VOC itu adalah serikat dagang dari Belanda sana. Titik.  Mengenai harta benda, utang Belanda pada negara kita dan sebagainya yang muncul dalam cerita ini, saya tidak tahu sama sekali. Atau mungkin saja sayalah yang tak memperhatikan dengan baik saat pelajaran sejarah dulu. Hehehe... Entahlah... Namun dengan membaca novel ini, sayapun ikut larut dalam sejarah bangsa. Banyak pengetahuan sejarah yang saya dapatkan, dan saya salut pada penulis untuk hal itu. Beliau benar-benar mampu menggali sejarah bangsa kita.

Kembali ke isi cerita.
Batu Noah Gultom adalah seorang wartawan koran Indonesiaraya. Dia baru 5 bulan bekerja di koran tersebut, namun sudah mendapat kepercayaan dari sang redaktur Parada Gultom. Batu ditugaskan untuk mengikuti berita tentang pembunuhan misterius orang-orang penting yang anehnya semuanya berlangsung di tempat-tempat yang berawalan huruf B.

Sementara itu dikisahkan pula tentang seorang gadis cantik asal Belanda, Cathleen Zwinckel. Dia berangkat ke Indonesia dalam rangka merampungkan penelitian untukkeperluan tesisnya mengenai sejarah ekonomi kolinial di negeri tersebut. Sejarah kolonial ekonomi, tentu saja akan berkaitan dengan VOC.

Dan di sisi lain, ada pula tiga orang peneliti Belanda yang tengah menggali di bawah gedung Museum Sejarah Jakarta

Kemudian ada pula cerita tentang seorang guru sejarah yang disegani murid-muridnya. Guru Uban namanya, mengajarkan tentang Jan Pieterszoon Coen, sang akuntan sejati.
"Membicarakan kekejian JP Coen artinya kita harus memahami VOC." (hlm. 83)
Nah, bagaimanakah hubungan antara kisah-kisah tersebut?
Itulah yang saya sebutkan di awal tadi, bahwa kita mesti bersabar untuk menemukan kaitan antara orang-orang tersebut. Kisah-kisah ini memang diramu untuk membuat kita penasaran agar terus membacanya. Apalagi dengan bumbu-bumbu sejarah yang cukup memikat, dan sepertinya memang cukup mendetail diceritakan, maka kisah ini menantang untuk dibaca.

Ah, dan bahkan sayangnya, hingga menutup buku ini, saya masih penasaran dengan Pak Guru Uban.





Catatan : 
Oh ya, saking penasarannya dengan Museum Sejarah Jakarta, kebetulan akhir Februari kemarin saya mendapat kesempatan mengunjungi kota Jakarta, dan mencoba mencari-cari waktu di antara padatnya kegiatan untuk menuju ke sana, sayang saya tak menemukan Museum yang dimaksud dalam cerita ini. Kemudian, karena masih penasaran, sayapun berlari ke Monas. *Ini kunjungan saya yang pertama. Maklumlah, orang udik dari Papua hehehe... dan malah saya menemukan  ini (seperti dalam foto)?
Hadeuuh.. sayapun bingung apa maksudnya? Tak sempat meminta penjelasan dari petugas.