Halaman

Jumat, 12 April 2013

Lima Sekawan : Rahasia Logam Ajaib



Judul asli : Five get into fix
Penulis : Enid Blyton
Alih Bahasa : Agus Setiadi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ketiga belas : Oktober 2011
192 hlm

Rahasia logam ajaib ini merupakan buku petualangan ke-17 yang dialami oleh Lima Sekawan. Seperti kita ketahui, Lima Sekawan terdiri dari 4 orang anak bernama Julian, Dick, Anne, dan George serta seekor anjing pintar milik George yang bernama Timmy.
Kali ini mereka sedang berada dalam suasana menyebalkan, karena sedang libur Natal tapi malah mereka menderita flu dan batuk. Hanya Timmy yang tidak sakit. Dokter menyarankan bahwa sebaiknya mereka pergi menghirup udara di daerah berbukit. Tentu saja ide tersebut segera mereka terima. Apalagi Pak Jenkins, tukang kebun mereka menyarankan untuk pergi ke pegunungan Wales tempat bibinya biasa menyewakan tempat saat liburan musim panas. 
Dan jadilah mereka berlibur ke Magga Glen tempat bibi Pak Jenkins. Namanya Bibi Jones dan dia sangat ramah. Dan seperti biasa, mereka kembali mengalami petualangan seru di tempat itu. Kali ini adalah misteri tentang  sebuah menara tua yang sering mengeluarkan cahaya berpendar dan kabut, juga menimbulkan getaran seperti gempa. Menara tersebut di jaga ketat oleh anjing galak meski penduduk setempat mengatakan bahwa yang tinggal di situ adalah seorang nenek tua. 
Tentu saja jiwa petualang mereka segera muncul begitu menghadapi situasi itu. Bersama Aily, anak Pak Gembala yang cueknya minta ampun mereka mencoba membongkar misteri menara tua itu. Seperti biasa, Julian yang lebih tua selalu jadi pemimpin. Dick adiknya menjadi pendamping yang cerdik. George si tomboy dan Anne yang girly kali ini kurang mendapat porsi dalam cerita ini. Kemudian apa hubungannya menara tua dengan logam ajaib di judul buku? Temukan sendiri jawabannya dalam buku ini sambil bertualang bersama Lima Sekawan.
Membaca buku Lima Sekawan ini selalu membangkitkan kenangan masa kecil saya. Buku-buku yang saya baca di SD namun ternyata tetap masih menyenangkan untuk di baca di usia sekarang. Buku ini memang layak di baca bagi anak-anak paling tidak di usia 10 tahun ke atas. Bagi saya sendiri seri Lima Sekawan dari Enid Blyton ini membuat imajinasi saya berkembang dan kadang-kadang sering berfikir untuk ikut mengalami misteri seperti Lima Sekawan. Misalnya jika melihat sebuah rumah tua yang tak ditinggali membuat saya ingin menyelidiki misteri di balik rumah itu. Hahaha... tapi itu dulu sih, saat saya masih kecil.



Selasa, 09 April 2013

Cerita di Balik Noda


Judul : Cerita di Balik Noda : 42 Kisah Inspirasi Jiwa
Penulis : Fira Basuki
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Cetakan Pertama, Januari 2013
235 hlm


Begitu melihat sampul buku berwarna putih ini, terlebih dengan membaca judul bukunya yakni Buku Cerita di balik Noda, tentunya sudah membuat kita akan membayangkan isi buku ini. Yap... betul sekali, buku ini berisi tentang 38 kisah yang yang di tulis ulang oleh penulis dari kisah kiriman ibu-ibu yang dilombakan dalam sebuah even lomba salah satu bubuk deterjen yang menggunakan quote berani kotor itu baik. Kemudian penulis sendiri menambahkan 4 buah cerita tulisannya sendiri. Sehingga ada 42 buah kisah inspirasi jiwa yang patut untuk di baca.
Karena isinya merupakan kumpulan cerita pendek, jadi agak susah untuk mengulasnya. Takutnya malah menjadi spoiler. Tapi saya ingin membuka beberapa kisah yang cukup menyentuh saya. Seperti judulnya yang mengatakan "Cerita di balik noda", maka buku ini adalah kumpulan kisah tentang noda.
Noda yang di maksud di sini adalah noda secara harafiah. Yah, noda... yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari kemudian di buat menjadi cerita. Di mulai dengan sebuah cerita tentang bos galak yang ternyata menjadi galak karena peristiwa yang terjadi dalam hidupnya, hingga akhirnya sebuah noda membuatnya tersenyum dan kemudian senyum itu membawa kehangatan sehingga sepertinya tak akan ada lagi kisah bos galak selanjutnya. Sempat membuat saya sedikit terbahak. :)
Secara khusus, ada 2 kisah yang hampir sama dengan yang saya alami sendiri. Yakni kisah kado ulang tahun dan cerita 100 hari menanti. Yang pertama meski sadar ini tidak membawa pesan sama sekali, tapi kisah ulang tahun itu sama persis dengan kehidupan saya. Ulang tahun saya juga selalu terlupakan oleh suami. Tak ada kado sama sekali. Cuma dalam cerita ini saya sempat sebal dengan si Mama yang berdandan heboh hanya untuk menikmati ulang tahunnya sendiri karena merasa tak diperhatikan suami dan anaknya.
Kemudian kisah 100 hari menanti tentang Queensha yang berjuang untuk minum obat selama 100 hari. Setiap minum obat tentu saja bajunya kena noda, nah noda inilah yang menjadi bukti perjuangannya untuk mencapai kesembuhan. Sama seperti si kecil saya yang bukan hanya 100 hari, tapi 6 bulan berturut-turut harus minum obat. Bukan perjuangan mudah untuk meminumkannya apalagi  setiap pagi di waktu yang sama. Puji syukur sekarang dia juga sudah lulus melewati masa itu. Sungguh saya bisa membayangkan perjuangan orang tua Queensha dalam meminumkan obat, apalagi Queensha susah minum obatnya.
Kisah-kisah lain juga cukup menarik untuk di baca. Meski ada kisah yang sepertinya berasal dari ide yang sama seperti cerita seprei kotor. Kalau tidak salah ada 3 cerita mengenai seprei/ bedcover  kotor. Pengulangan ini cukup membosankan. Juga ada pengulangan beberapa kata meski di cerita berbeda. Kemudian saya juga menemukan sedikit typo namun memang tak terlalu kelihatan. Semoga di cetakan berikutnya dapat diperbaiki. :)
Selanjutnya ada cerita yang agak aneh menurut saya, yakni cerita "Di balik musibah". Karena diceritakan dari sudut pandang seorang anak yang baru berusia 8 tahun dengan adik yang berusia 6,5 tahun. Jadi beda usia mereka adalah 1,5 tahun. Dalam cerita ini membahas bagaimana anak itu cemburu terhadap adiknya sejak adiknya masih bayi. Kalau beda umurnya cuma 1,5 tahun, bagaimana mungkin anak berumur 2 tahun lebih  bisa cemburu pada seorang bayi yang mendapat baju-baju baru? Maafkan, saya memang sedikit ngeyel untuk memperhatikan detail kecil seperti itu.
Lalu ada pula kisah ajaib tentang anak umur 3 tahun yang sudah bisa menulis. Hebat juga yah...
Kisah terakhir di tutup dengan manis tentang bagaimana menjadi teman sejati. Memang kadang sebagai orang tua sebaiknya kita belajar dari seorang anak kecil untuk mengerti arti persahabatan, dan juga belajar menghargai kelebihan maupun kekurangan orang lain.
Tentu cukup menakjubkan bagaimana sebuah noda bisa membawa puluhan kisah berbeda. Noda yang bagi kita tentu saja menjengkelkan malah menjadi ajang kreativitas bagi anak-anak dengan caranya masing-masing. Pun juga dari para ibu yang menulis kisah ini. Jadi pesan dari buku ini tentu saja adalah jangan pernah khawatir dan cemas jika si kecil berkotor ria. Karena noda bukan cuma menghasilkan sesuatu yang jelek, namun ternyata dari noda bisa muncul ide-ide menarik yang tak terbayangkan sebelumnya bagi kita. Hmmmm... mungkin quote yang saya sebutkan di atas memang patut kita renungkan.
Berani kotor itu baik.


Catatan : Review ini diikutsertakan dalam Kontes Ngeblog Review Buku “Cerita Di Balik Noda” 15 Maret 2013 – 10 April 2013, yang diadakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) bekerjasama dengan Rinso.

KEB

Kamis, 28 Maret 2013

Knife Pemburu Mantra



Judul : Knife Pemburu Mantra
Judul Asli : Faery Rebels, Spell Hunter
Pengarang : R. J. Anderson
Penerjemah : Melody Violine
Penerbit : UFUK Press
Cetakan I, Februari 2011
375 hlm

Hati-hatilah jika rumah kamu ternyata berdekatan dengan sebuah pohon oak. Atau bahkan jikalau kau punya kebiasaan memanjat pohon itu. Jangan sampai kau melihat makhluk-makhluk kecil bersayap yang jelas akan membuatmu terkejut, hingga kau terus membayangkannya sampai kau besar. Karena itulah yang di alami oleh Paul.
Paul seorang pemuda yang di masa kecilnya pernah melihat seekor sebuah seorang peri (aduh, bingung harus menyebut peri ini apa ya?). Peri itu tiba-tiba muncul di hadapan mukanya ketika dia sedang asyik memanjat pohon, membuatnya terus mengingat sang peri kecil itu dan terus terkenang bertahun-tahun kemudian hingga kadang-kadang dia mengira dia hanya bermimpi. Sayangnya Paul kemudian mengalami kecelakaan dalam sebuah lomba dayung dan kemudian akhirnya harus kembali ke rumah dan duduk di atas kursi roda.
Sementara itu si peri kecil Bryony yang pernah bertemu dengannya juga telah bertambah besar dan meski dia peri termuda di dalam Oakland, akhirnya dia di beri pekerjaan oleh sang ratu sebagai pemburu. Pekerjaan ini merupakan perjaan yang cukup terhormat karena hanya satu dari sejumlah kecil peri yang tersisa itu yang di beri tugas sebagai pemburu. Padahal sebelumnya Bryony hanya berharap jangan sampai dia di beri pekerjaan sebagai pencuci piring. Ibu asuhnya, Wink adalah penjahit istana yang telah menjaga dia dari kecil. Mentornya untuk menjadi pemburu adalah Thorn, pemburu sebelum dia. Mereka bertugas memburu daging untuk jadi stok bagi dapur kerajaan juga menjaga para pengumpul yang sedang bekerja dari serangan para gagak. Salah satu gagak musuh mereka adalah Wormwood tua yang beberapa kali merepotkan mereka dan Bryony yang kemudian mengganti namanya menjadi Knife harus berjuang melawannya.
Perjuangan Knife dalam melawan para gagak inilah yang kemudian mempertemukannya untuk kedua kalinya dengan Paul. Dia jatuh di pangkuan Paul saat sedang melawan gagak untuk menolong rekannya. Mereka kemudian bersahabat, Paul mengajari dia tentang seni dan bahkan sesuai dengan keahlian para peri, yang ternyata dapat menyerap kemampuan manusia, Knife bisa menyerap kemampuan Paul tersebut sehingga diapun pandai membuat sketsa/ gambar.
Sayangnya persahabatan Knife dengan Paul ini tercium oleh ratu sehingga ratu kemudian memberinya tugas baru untuk menjaga bayi Linden. Tentu saja ini membuat kesempatan Knife pergi keluar semakin berkurang. Sementara itu tiba-tiba dia mendapat kiriman gelap sebuah buku harian yang di tulis oleh Heather yang mana menjelaskan tentang hubungan para peri dengan manusia sebelum peristiwa pencabutan. Pencabutan di sini maksudnya adalah ketika sihir dari semua peri di cabut dan yang lolos hanyalah Ratu mereka sekarang yakni Ratu Amarylis. Dari buku harian Heather ini, Knife akhirnya mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang telah terjadi. Apalagi setelah dia mendapati bagaimana pada suatu malam ratu telah mencoba melakukan sesuatu pada Linden. Dengan kekuatan, kecerdikan, dan keberanian yang dimilikinya, diapun bertualang untuk mencoba menemukan rahasia hubungan peri dan manusia.
Secara keseluruhan buku ini cukup menarik, bagaimana aksi sepak terjang Knife dalam mencari tahu kebenaran tentang kaumnya dan bagaimana dia berhubungan dengan dunia manusia yang selama ini hanya diketahuinya bahwa manusia adalah monster yang jahat yang dapat membawa keburukan bagi kehidupan para peri. 
Untuk sampul, saya suka dengan sampulnya yang cukup keren. Benar-benar menggambarkan seorang peri. Dengan sayap yang tipis seperti sayap capung dan rambut putih yang menunjukkan jati diri Knife.
Buku ini merupakan seri pertama dari Fairy Rebels, dan ada lanjutannya tapi sepertinya belum ada terjemahannya, yakni Fairy Rebels#2 dan Fairy Rebels#3. 
Dan karena penasaran, sepertinya saya harus ikut menjadi pemburu mantra eh pemburu buku selanjutnya. :)

Oh ya, buku ini saya baca dalam rangka baca bareng dengan BBI untuk tema Maret yakni buku fantasi.
Selain itu karena ada nama karakter dalam judulnya maka diikutkan juga di RC What's in a Name.