Laman

Kamis, 23 Oktober 2014

Me Times Three



Me Times Three
(Aku, Dia, dan Dia)
Penulis : Alex Witchel
Alih Bahasa : Monica Dwi Chresnayani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, November 2003
440 hlm

Sandra Berlin benar-benar beruntung. Itu menurutku. Bagaimana tidak!  Dia gadis yang pintar, seru, berhasil menjadi kandidat untuk menduduki posisi Editor Seni dan Hiburan sebuah majalah wanita Jolie, mempunyai tunangan yang keren keturunan langsung penjahit bendera Amerika yang pertama, punya sahabat karib yang meskipun seorang gay namun dia sahabat yang sanagt baik baginya, dan bahkan menurutku dian juga cantik dan manis (meski dia tak menyebutkannya). Nah, apalagi yang kurang? Semua tampak sempurna bagi Sandra.
Tapi tentu saja selalu ada badai di setiap kehidupan. Badai hidup Sandra dimulai ketika seorang wanita pirang, Carla Jones menghampirinya dan menyatakan dia juga adalah tunangan Bucky, yang notabene  adalah tunangan Sandra sekarang dan mereka telah berpacaran sejak jaman sekolah dulu. Meski tak percaya, akhirnya Sandra memenuhi undangan Carla ke apartemennya, mereka saling sharing, dan ternyata selain mereka adalagi tunangan yang lain. Semua lengkap dengan bukti catatan waktu yang disusun secara kronologis oleh Carla.

Selasa, 21 Oktober 2014

Fat Tuesday

Fat Tuesday
(Menjelang Tengah Malam)
Penulis : Sandra Brown
Alih Bahasa : Rina Buntaran
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, Januari 2000
576 hlm

Burke Basile, seorang polisi dari Divisi Narkotik dan Susila Kepolisian New Orleans (KNO) merasa kesal bukan kepalang ketika akhirnya juri pengadilan memutuskan bahwa Wayne Bardo, seorang penjahat yang ditangkapnya dinyatakan tidak bersalah dalam kasus kematian Kevin Stuart. Bebasnya Bardo tidak lepas dari campur tangan Pinkie Duvall si pengacara sekaligus sebenarnya adalah bos dari Bardo terutama dalam hal bisnis ilegalnya. Sayangnya Duvall sendiri tak pernah tersentuh oleh hukum saking pandainya dia dalam melakukan bisnis ilegalnya tersebut. 

Stuart sendiri terbunuh dalam peristiwa penggeberekan obat bius yang gagal. Stuart adalah rekan sekaligus sahabat dekat Basile. Merasa tertekan akibat peristiwa tersebut, belum lagi dipicu oleh keretakan rumah tangganya, Basile mencoba bunuh diri. Tapi sebelum menarik picu pistolnya, dia menyadari ada yang lebih patut menderita dibanding dirinya. Basile pun merencanakan pembalasan terhadap Duvall setelah sebelumnya meletakkan lencananya.

Memulai rencananya, Basile menghubungi Ruby Bouchereaux, pemilik sebuah rumah bordil. Dari Rubylah Basile akhirnya mengetahui kelemahan Duvall yakni tentang istrinya yang cantik, Remy Duvall. Remy adalah milik Duvall yang sangat berharga. Diperlakukan bak anggrek piaraannya yang disimpan dalam rumah kaca, Remypun tinggal dalam rumah Duvall yang indah dengan penjagaan ketat pengawal, bahkan kemanapun dia pergi  tak pernah lepas dari penjagaan sang pengawal.

Seperti novel suspense Sandra Brown pada umumnya, kisah ini juga diselipi dengan bumbu asmara, perihal ketertarikan Basile terhadap istri sang pengacara. Terutama ketika dia akhirnya berhasil menculik sang istri dan mengenal dia lebih jauh. Sementara itu sang pengacara tentu saja tak mau dikalahkan begitu saja.
Tidak ada yang bisa mengambil milik Pinkie Duvall begitu saja. Dan bajingan itu telah mengambil miliknya yang paling berharga. Jika ia menyentuh Remy... Jika ia berani menyentuhnya bahkan hanya dengan satu jari... Pinkie dengan nikmat membayangkan membunuh pria tak bernama itu dengan tangan kosong. (hlm. 257)
Petualangan Basile dalam menculik Remy dengan bantuan seorang pria muda yang homo cukup menegangkan. Sayangnya kisahnya terasa agak lambat dan sepertinya diakhiri dengan terburu-buru. Beberapa kejutan yang muncul di akhir cerita jadi terasa janggal. Mungkin dikarenakan mengejar klimaks cerita yang berakhir saat malam Fat Tuesday.

Man on Fire




Man on Fire
(Dibakar dendam)
Penulis : A. J. Quinnel
Alih Bahasa : B. Sendra Tanuwidjaja
Penerbit : PT Gramedia
Jakarta, 2004
496 hlm

Creasy, seorang mantan Legiun Asing alias veteran perang disewa utuk menjadi pengawal pribadi seorang gadis kecil. Hal ini  karena sang orangtua, Rika dan Ettiore khawatir dengan maraknya kasus penculikan anak di kalangan orang-orang kaya di Italy. Tapi alasan  sebenarnya lebih karena Rika tak ingin kalah gengsi  dari teman-teman sepergaulannya. Teman mereka sebagian besar sudah menggunakan jasa pengawal untuk menjaga putra-putri mereka, karena itu Rika tak ingin ketinggalan untuk memberikan pengamanan maksimal ke putri semata wayangnya, Pinta.