Laman

Selasa, 19 Februari 2013

Fajar Baru di Lereng Bukit



Judul asli : New Down on Rocky Ridge
Penulis : Roger Lea MacBride
Penerjemah : Widyo Kartono
Penerbit Libri
Cetakan I, 2012
372 hlm

Buku ini merupakan buku ke 6 dari seri Rose. Seri Rose sendiri adalah lanjutan dari Seri Laura dalam rangkaian "Little House"
Buku ini menceritakan tentang kehidupan Rose bersama Mama Bess (Laura) dan Papa. Rose sendiri berusia 13 tahun, dan akan menghadapi pergantian abad ke abad 20. Berganti dari tahun 1899 ke tahun 1900 membuat sebagian orang saat itu merasa ketakutan.
*Saya jadi ingat, ketika seabad kemudian saya juga merasakan pergantian ke abad baru tahun 2000. Berbagai isu-isu kiamat dan hal-hal semacam itu marak terdengar. Rose di usia remaja sudah ingin merasakan memakai gaun yang lebih panjang untuk menutupi kakinya sementara Mama Bess masih saja menganggapnya anak-anak.
Rose cukup terpukul karena merasa sendirian. Paul akan segera pergi ke kota lain untuk bekerja, sementara Blanche sahabatnya juga akan pergi untuk melanjutkan sekolahnya. Sebenarnya Rose juga sangat ingin sekolah jika lulus nanti, namun dia terbentur pada mahalnya biaya yang akan dikeluarkan oleh Mama dan Papa.
Sementara itu apel mereka akhirnya di panen untuk pertama kalinya. Meski harganya tak sesuai dengan harapan, namun mereka tetap berbahagia karena kebun tersebut akhirnya memberikan hasil setelah susah payah mereka menanam enam tahun yang lalu.
Dalam buku ini Rose juga sempat menjadi saksi keadaan politik saat itu. yakni ketika terpilihnya presiden Mckinley, namun kemudian tertembak, dan wakilnya Roosevelt naik menjadi presiden.
Rose menyadari itulah demokrasi. Kaum anarkis bisa saja membunuh presiden, tetapi mereka tidak akan mampu membunuh Amerika........  (hlm.196)
Dengan tidak adanya Paul dan juga Blanche sahabatnya, Rose kini mengalami masa-masa rawan. Kalau menggunakan istilah sekarang, Rose pastinya sedang galau... :) Dia lalu berteman dengan Elsa, gadis kota yang agak genit. Karena tau Mama tidak akan senang dengan pertemanannya itu, maka Rose sering keluar sembunyi-sembunyi dengan Elsa. Namun untunglah sebuah peristiwa menyadarkan Rose bahwa nasihat orangtuanya memang tak pernah salah.
Dan kemudian tiba-tiba Mama harus pulang ke De Smet. Telegram dari Bibi Carrie mengagetkan mereka. Karena Mama akan pergi lama, maka Roselah yang menggantikan peran Mama sebagai perempuan rumah tangga. Di sini Rose belajar untuk lebih bertanggung jawab.
Berbagai kejadian di masa remaja ini membuat Rose berfikir akan menjadi apa dia kelak. Meski Papa telah menguatkannya, namun dia tetap memikirkan semua itu.
Ia tidak tahu apa yang iya inginkan dalam hidupnya, tetapi segenap hatinya sungguh-sungguh rindu melakukan itu. Iya telah menunggu lama sekali untuk mengawali masa depannya.... (hlm. 368)
Dari beberapa seri Rose yang telah saya baca, buku ini yang paling berkesan. Saya ikut menangis dan bersedih dengan kejadian-kejadian yang mereka alami. Setelah mengikuti seluruh kisah Laura (Mama Rose) dalam serial sebelumnya, buku ini semakin membuat saya kagum dengan kehidupan Laura Ingalls. Perjuangan mereka menghadapi hidup benar-benar patut menjadi contoh. 

Oh ya, postingan ini sekalian untuk memenuhi tantangan Fun Year Event with Children's Literature

 

Selasa, 12 Februari 2013

Konspirasi dalam Kematian



Judul asli : Conspiracy in Death
Penulis : J.D. Robb
Alih Bahasa : Joezer Mandagi & Sisilia Kinanti G.
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, Oktober 2009
520 hlm

Buku ini merupakan buku karangan J. D. Robb yang kedua yang saya baca. Meskipun serial J. D Robb ini saya baca tidak berurutan namun kisah sepak terjang Letnan Eve Dallas tidaklah begitu membingungkan jika di baca secara acak. Dengan setting di awal tahun 2059, dikisahkan kali ini Dallas menghadapi kasus pembunuhan yang cukup brilian. Korban adalah seorang gelandangan yang hidupnya bahkan sudah tidak lama lagi, namun dia diakhiri dengan cara menghilangkan jantungnya namun di bedah dengan sempurna yang jelas merupakan pekerjaan seorang ahli. Bersama rekan-rekannya, Dallas mencoba menelusuri kasus tersebut namun sayangnya dia tersandung dengan pengaduan dari seorang Officer lain yang rupanya tidak senang dengan kelakuan Dallas terhadapnya yang menegurnya karena tidak becus menangani TKP.
Penyelidikan Dallas yang juga di bantu Roarke dari belakang akhirnya menemukan bahwa kasus ini berhubungan dengan kejadian serupa di Chicago juga di Paris. Chicago sendiri sering memunculkan kembali ingatan Dallas akan masa kecilnya yang suram dan rupanya ada sejenis trauma yang dideritanya oleh karena pengalaman masa kecilnya yang buruk itu. Namun Roarke dengan setia selalu mendampingi Dallas dalam setiap keterpurukannya. *Wahhh... tambah kagum nih sama Roarke.. :)
Kemudian muncul korban serupa dengan proses pembunuhan yang sama namun dengan organ hilang yang berbeda. Kali ini seorang wanita pendamping berlisensi harus kehilangan ginjalnya yang sudah rusak.
Pertanyaan-pertanyaan muncul, siapa yang mau membunuh orang yang sudah sekarat, kemudian bahkan mengambil organ tubuh yang sudah rusak dan seharusnya tak berguna lagi? Apa ini pekerjaan anggota sekte tertentu? Ataukah seseorang yang menginginkan kepuasan tertentu?
Sesuai dengan judulnya, rupanya ada konspirasi di dalam kasus Dallas kali ini. Konspirasi yang melibatkan ahli-ahli medis ternama bahkan juga tokoh politik. Semuanya ditutupi dengan rapi. Meski sempat di ancam karena penyelidikannya itu dan bahkan lencananya juga di copot karena kasus dari Bowers si pengadu namun akhirnya Dallas tetap bangkit dan mengejar si pembunuh, tentu saja dengan di bantu teman-teman setianya dan juga Roarke.
Buku ini cukup menegangkan karena konflik yang disajikan cukup menarik apalagi di tambah dengan kemunculan sisi lain dari Dallas yang biasanya garang namun dimunculkan sisi kelemahannya saat dia terpuruk ketika lencananya di copot. Meski ada beberapa typo yang mengganggu namun tidak mengurangi ketegangan dalam membacanya.





Kamis, 07 Februari 2013

Rumah Kecil di Rimba Besar

Judul asli : Little House In the Big Woods
Penulis : Laura Ingalls Wilder
Penerjemah : Djokolelono
Penerbit Libri
Cetakan ke-1, 2011
216 hlm



Pada suatu waktu di dalam Rimba Besar tinggallah seorang gadis kecil bernama Laura di dalam sebuah rumah kecil yang terbuat dari balok-balok kayu. Bersama dengan keluarganya yang terdiri dari Pa, Ma, Mary kakaknya dan juga si bayi Carrie. Berbagai petualangan di alami Laura dan keluarganya di dalam rimba besar itu.
Laura, seorang gadis kecil yang selalu ingin tahu. Dan Pa adalah tempat yang tepat untuk bertanya setiap hal yang ingin diketahuinya. Laura agak tomboi tidak seperti Mary yang lebih senang berada di rumah mengerjakan pekerjaan anak perempuan. Laura lebih suka bermain di luar dan bermain dengan anak lelaki. Hanya satu sisi yang menunjukkan dia suka mainann  anak perempuan yakni boneka. Sayangnya bonekanya hanyalah sebuah tongkol jagung. Dan betapa bahagianya Laura begitu mendapat hadiah Natal sebuah boneka yang kemudian diberinya nama Charlotte.
Pa Ingalls, seorang yang selalu bekerja keras demi keluarga. Pa membuat ladang dan juga sekali-sekali berburu untuk mendapatkan daging. Kadang pula Pa pergi ke kota menukarkan beberapa hasil buruan maupun hasil ladang dengan sesuatu yang diperlukan untuk di bawa pulang ke rumah. Setiap malam bila Pa tidak lelah dia akan memainkan biolanya dan mereka sekeluarga akan bernyanyi.
Ma sendiri adalah wanita yang paling cantik dan pemberani. Ma selalu menyiapkan makanan buat keluarga. Masakan Ma selalu bikin ngiler karena Ma selalu mampu membuat makanan yang lezat. *jadi pengen banget ngerasain makanan Ma. :)

Pa memandang Ma dan berkata,"Tidak akan ada yang mati kelaparan selama masih ada Caroline"   (hlm. 173)
Itu merupakan pujian kepada Ma yang dilontarkan oleh Pa setelah Pa bercerita tentang si tua Grimes.
Selain memasak, Ma juga mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga lain, bahkan Ma juga punya jadwal untuk tugas khusus setiap hari. Kata Ma selalu :
Senin mencuci, Selasa  menyeterika, Rabu memperbaiki, Kamis membuat mentega, Jumat membersihkan, Sabtu memanggang, Minggu beristrirahat.   (hlm. 26)

Buku ini adalah buku pertama dari 10 buku seri Laura edisi terbitan Libri. Dulu waktu masih kecil saya pernah membaca buku ini versi terbitan BPK Gunung Mulia. Cerita ini masih berbekas di ingatan saya sehingga saya kemudian berburu buku Laura Ingalls ini dan akhirnya berhasil mengumpulkan 9 dari 10 (masih kurang 1). Saya selalu mengingat film-nya ketika Laura kecil berlari di padang rumput, juga ada Carrie yang masih bayi, berlari dan kemudian terjatuh, namun bangkit lagi. Kemudian ada Pa dan Ma yang sedang  mengendarai kereta kuda mereka.
Namun di buku ini belumlah mengisahkan masa itu. Di buku ini Laura dan keluarganya masih tinggal dalam Rimba besar, tidak jauh dari rumah nenek dan kakek. Meski tidak begitu dekat namun sesekali mereka dapat berkunjung ke rumah kakek bahkan suatu ketika diadakan Pesta Dansa di rumah kakek. Begitu ramai dan mereka dapat berjumpa dengan keluarga besar juga ada banyak tamu-tamu yang datang.
Oh ya banyak hal baru yang saya dapatkan dengan membaca buku ini. Misalnya tentang kakek salju, juga cara membuat mentega, keju, juga membuat gula mapel. Ah, buku ini memang tak pernah membosankan untuk di baca. Dulu waktu kecil, saya selalu berharap untuk menjadi Laura. Begitu bebas bermain di alam luar, melakukan hal-hal yang menyenangkan.  Bertualang bersama keluarga dengan mengendarai kereta kuda. Buku ini bukan sekedar sebuah kisah petualangan, namun banyak pelajaran yang bisa di petik dari kisah hidup Laura dan keluarganya. Bagaimana mereka bekerja keras dan tak pernah mengeluh, pun tetap memiliki waktu untuk berkumpul dengan keluarga setiap malam bernyanyi bersama atau berbagi cerita. Juga banyak nasihat-nasihat bijak yang bisa kita petik dalam setiap percakapan mereka.

Note : Buku ini untuk memenuhi tantangan Fun Year With  Chidren's Literature
Oh ya, kisah-kisah Laura selanjutnya adalah sebagai berikut :